Breaking News:

Menpora Malaysia Buat Partai 'Milenial', Mahathir Tuding Aksi Syed Saddiq Bakal Memecah Warga Melayu

"Saya di sini menjadi pelayan bagi semua orang. Saya tak ingin sekadar menyatukan Melayu. Tapi mempersatukan semua Malaysia," tegasnya.

Instagram/@Syedsaddiq
Menpora Malaysia Syed Saddiq dan suporter malaysia di Asian Games 2018 

TRIBUNPALU.COM - Politisi muda Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman menjawab tudingan Mahathir Mohamad bahwa partai yang didirikannya bakal memecah dukungan kaum Melayu.

Mantan ketua sayap muda Partai Bersatu itu menegaskan, partai yang dibuatnya itu melayani masyarakat Malaysia, terlepas apa pun usia dan rasnya.

Dalam wawancara dengan Malaysiakini, politisi berusia 27 tahun itu menekankan dia terjun ke politik bukan karena warga Melayu.

"Saya di sini menjadi pelayan bagi semua orang. Saya tak ingin sekadar menyatukan Melayu. Tapi mempersatukan semua Malaysia," tegasnya.

Mantan menteri pemuda dan olahraga di era pemerintahan Mahathir menekankan, dia mempunyai rasa hormat kepada mentornya tersebut.

Cerita Gubernur Jabar, Ridwan Kamil Usai Suntik Calon Vaksin Covid-19: Mudah-mudahan Tidak Ngantuk

Sebaran COVID-19 per 14 September 2020: 6 Provinsi Termasuk Sulteng Catat Nol Kasus Baru

Meski begitu, Syed Saddiq tak sepakat dengan pendapat Dr M, julukan Mahathir Mohamad, bahwa partainya hanya menepikan pemilh berusia tua.

Dikutip Malay Mail Senin (14/9/2020), dia menegaskan partainya itu bukan "ekslusif khusus anak muda", tetapi "dipimpin oleh generasi muda".

Pemuda yang kini menjadi anggota parlemen dari daerah pemilihan itu Muar itu menegaskan, kekuatan "Negeri Jiran" terletak pada keberagaman penduduknya.

Dia kemudian menjelaskan bahwa partainya bakal diisi tak hanya pemuda. Tapi juga aktivis, teknokrat, pemimpin sipil, hingga pengusaha.

Syed menuturkan, mereka akan fokus kepada pendanaan publik. Tak terpaku kepada sponsor perusahaan agar "tak diperbudak" siapa pun.

Dia merespons pernyataan Mahathir pada pekan lalu, di mana mantan Perdana Menteri Malaysia itu menyuarakan keraguannya akan partai Syed.

Dr M mengatakan, partai muda Syed kecil kemungkinannya lolos pemilu jika tidak memperhitungkan pemilih tua, dan mengklaim bisa memecah suara Melayu.

Eks PM pada periode 2018-2020 dan 1981-2003 itu mengatakannya setelah sang mantan anak didik menolak untuk bergabung bersama partainya, Pejuang.

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved