Viral Media Sosial
Sebuah Makam di Malaysia Digenangi Cairan Merah Seperti Darah, Polisi Lakukan Penyelidikan
Jamaah masjid berharap, kisah viral makam yang diklaim 'berdarah' ini tidak menyebar lagi supaya tidak menimbulkan fitnah dan aib bagi almarhum.
TRIBUNPALU.COM - Sebuah makam di Malaysia menjadi perbincangan warganet di dunia maya.
Sebab, dalam sebuah berita dan video yang beredar di media sosial, tampak makam tersebut digenangi cairan merah seperti darah.
Kejadian tersebut terjadi di Makam Islam di Masjid Al Irfan, Derga, Malaysia.
DilansirHarian Metro, Imam Masjid Al Irfan, Derga, Abdul Hadi Awang mengatakan makam tersebut merupakan tempat peristirahatan terakhir seseorang yang dikenal baik warga sekitar.
"Almarhum adalah orang yang baik dan baru saja dimakamkan kira-kira tiga minggu lalu, dan meninggal dunia pada usia 70-an akibat sakit tua," terangnya.
"Sepanjang hayatnya, almarhum banyak melakukan amal jariah dan kebajikan di masjid ini," katanya ketika ditemui di perkarangan Masjid Al Irfan.
Pihaknya pun menyayangkan dengan adanya berita viral yang beredar.
• Desakan untuk Tunda Pilkada 2020 Karena Pandemi Covid-19 Belum Reda Makin Menguat, Ini Respon KPU
• Kisah Penggali Kubur di TPU Pondok Ranggon: 2 Pekan Terakhir, Makamkan 40 Jenazah Covid-19 per Hari
• Pandemi Virus Corona, Wiku Adisasmito: Garda Paling Depan dalam Melawan Covid-19 adalah Rakyat
Salah satu jamaah Masjid Al Irfan, Alias Ishak (40) mengatakan jamaah masjid sepakat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
“Sudah diinformasikan bahwa jemaah masjid sudah melapor ke polisi,” ujarnya saat dihubungi.
Alias pun berharap agar kisah viral makam yang diklaim masyarakat sebagai 'berdarah' ini tidak menyebar lagi.
Lantaran tidak ingin menimbulkan fitnah dan aib bagi almarhum dan ahli warisnya.
Pejabat Agama Kabupaten Kota Setar, Ahmad Faisol Omar mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu pemeriksaan polisi sebelum berkomentar lebih lanjut terkait masalah tersebut.
“Sebagai seorang petugas agama distrik, saya menyarankan untuk tidak mengirimkan video viral itu," katanya.
"Untuk menjaga kepekaan dan perasaan anggota keluarga korban."
"Pihak saya belum bisa memastikan hal ini dan keputusan sebenarnya membutuhkan hasil penyelidikan forensik," ujarnya lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-pemakaman.jpg)