156 Negara Bergabung dalam Skema Distribusi Vaksin Covid-19 Global, AS dan China Enggan Terlibat

Sudah ada sekitar 156 negara bergabung dengan skema global untuk pendistribusian vaksin Covid-19 yang adil pada Senin (21/9/2020).

europeanpharmaceuticalreview.com
ILUSTRASI vaksin Covid-19. 

"Covax akan memberikan kepada dunia portofolio kandidat vaksin terbesar dan paling beragam," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada briefing virtual, Senin kemarin.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers tentang COVID-19 di kantor pusat WHO di Jenewa, Rabu (11/3/2020). Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan, wabah virus corona dikategorikan sebagai pandemi.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers tentang COVID-19 di kantor pusat WHO di Jenewa, Rabu (11/3/2020). Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan, wabah virus corona dikategorikan sebagai pandemi. (AFP/Fabrice COFFRINI)

Direktur Jenderal WHO Kritisi Pilihan antara Kesehatan Publik dan Ekonomi dalam Melawan Covid-19

Kepala BNPB: Tahun 2020 Terjadi Anomali Akibat Perubahan Iklim, Semua Pihak Siap Siaga Bencana

"Ini bukan amal, ini untuk kepentingan terbaik setiap negara."

"Kami tenggelam atau berenang bersama. Ini bukan hanya hal yang benar untuk dilakukan, ini adalah hal yang cerdas untuk dilakukan," tegasnya, dikutip dari SCMP, Selasa (22/9/2020).

Dengan beberapa negara kaya yang enggan menggunakan Covax.

Rencana tersebut telah menyoroti tantangan untuk mendistribusikan vaksin secara adil di seluruh negara kaya dan miskin.

Aliansi vaksin berharap, 38 negara kaya lainnya bergabung dalam inisiatif ini dalam beberapa hari mendatang.

Kantor perusahaan farmasi dan biofarmasi Inggris-Swedia, AstraZeneca, di Macclesfield, Cheshire, Inggris, pada 21 Juli 2020. Perusahaan vaksin didorong untuk mempublikasikan protokol uji klinisnya.
Kantor perusahaan farmasi dan biofarmasi Inggris-Swedia, AstraZeneca, di Macclesfield, Cheshire, Inggris, pada 21 Juli 2020. Perusahaan vaksin didorong untuk mempublikasikan protokol uji klinisnya. (PAUL ELLIS / AFP)

Diketahui, aliansi ini telah menerima komitmen sebesar US $ 1,4 miliar (Rp 14.500 triliun) untuk penelitian dan pengembangan vaksin.

Tetapi pihaknya masih membutuhkan US $ 700 juta hingga US $ 800 juta.

Aliansi tersebut tidak mengatakan negara mana yang memberikan pendanaan namun tidak berencana mengambil pasokan vaksin dari skema tersebut.

Prancis dan Jerman mengatakan mereka akan mencari potensi vaksin hanya melalui skema pengadaan bersama Eropa.

Lebih dari 150 vaksin potensial sedang dikembangkan dan diuji secara global, dengan 38 diujicobakan pada manusia.

(Tribunnews.com/Maliana)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Lebih dari 150 Negara Gabung WHO Rencanakan Vaksin Covid-19 Global, China dan AS Enggan Terlibat

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved