Rabu, 13 Mei 2026

Kementerian Agama RI Berharap Indonesia Masuk Daftar Negara yang Diizinkan Umrah oleh Arab Saudi

"Arab Saudi dalam pengumumannya menyebut akan merilis daftar negara mana saja yang akan mendapatkan izin memberangkatkan jemaah umrah."

Tayang:
Tribun Batam/Candra P. Pusponegoro
ILUSTRASI - Umat muslim sedang berdoa di depan Kakbah di Kota Mekkah, Arab Saudi, (7/6/2012) lalu. Sepanjang waktu, tempat ini selalu dibanjiri umat Islam dari seluruh dunia untuk mereka yang menunaikan ibadah umrah dan haji. 

TRIBUNPALU.COM - Di tengah pandemi virus corona Covid-19, Arab Saudi perlahan-lahan mulai membuka ibadah umrah, setelah sebelumnya digelar secara terbatas.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Nizar menjelaskan saat ini kerajaan Arab Saudi secara bertahap akan kembali membuka penyelenggaraan ibadah umrah.

Diawali dengan izin terbatas bagi warga negara dan ekspatriat yang tinggal di sana.

Saudi juga sedang mempertimbangkan untuk membuka umrah bagi muslim dari luar negaranya, khususnya bagi negara yang sudah mendapat izin memberangkatkan jemaah.

"Saudi dalam pengumumannya menyebut akan merilis daftar negara mana saja yang akan mendapatkan izin memberangkatkan jemaah umrah."

"Jadi kami masih menunggu rilis dari Kemenkes Saudi. Kami berharap Indonesia termasuk yang mendapat izin memberangkatkan,” Nizar dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu (23/9/2020).

Arab Saudi Buka Umrah untuk Jemaah Luar Negeri Mulai 1 November 2020, 20.000 Jemaah/Hari

Arab Saudi Akhirnya Buka Suara Soal Kemungkinan Umrah Dibuka Bebas Lagi di Era Covid-19

Penyelenggaraan Haji 2020 Dinilai Sukses, Arab Saudi Bersiap Gelar Umroh

Menurut Nizar, pihaknya selama ini terus melakukan koordinasi, baik dengan Konsul Haji KJRI Jeddah, maskapai penerbangan maupun Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) terkait persiapan jika penyelenggaraan ibadah umrah kembali dibuka.

Koordinasi antara lain membahas terkait prioritas pemberangkatan jemaah umrah yang tertunda sejak 27 Februari 2020, serta penerapan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami sudah minta ke Konsul Haji KJRI untuk ikut memantau kemungkinan Indonesia mendapat izin memberangkatkan jemaah umrah."

“Koordinasi dengan PPIU dan maskapai terus dilakukan. Kita minta jemaah umrah yang tertunda menjadi prioritas untuk diberangkatkan. Kita juga membahas penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan umrah di masa Covid-19 bersama dengan Kemenkes,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus M. Arfi Hatim.

Menurutnya, keberangkatan jemaah umrah asal Indonesia masih menunggu rilis daftar negara yang mendapat izin dari Saudi.

Namun, sambil menunggu kepastian dari Pemerintah Saudi termasuk kesiapan semua layanan di Saudi, persiapan tetap dilakukan.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar (kemenag.go.id)

Rincian Harta Kekayaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Aset Terbesar Berasal dari Properti

Fahri Hamzah Dihujat Usai Bela Gibran di Pilkada Solo, Karni Ilyas: Netizen atau Anda yang Berubah?

Orang Obesitas Rentan Tertular Covid-19, Risiko Komplikasinya Lebih Parah, Ini Saran dari Ahli

Tak Lagi Menjabat Sebagai Wakil Presiden, Jusuf Kalla Akui Berjanji pada Jokowi untuk Rutin Bertemu

“Kami akan melakukan sosialisasi kepada PPIU dan jemaah terkait penerapan protokol kesehatan. Kami juga akan minta kepada PPIU untuk menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan manasik umrah yang mereka lakukan,” terang Arfi.

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menambahkan, berdasarkan info dari Saudi Press Agency sebagai link berita resmi yang terhubung dengan Kementerian Dalam Negeri Saudi, ada tiga tahapan yang akan dilakukan Pemerintah Saudi dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved