Sandiaga Uno Jadi Juru Kampanye di Pilkada Solo 2020, Gibran Rakabuming Senang Bukan Kepalang

Gibran Rakabuming Raka mengaku senang saat mengetahui Sandiaga Uno akan menjadi juru kampanye (jurkam) di Pilkada Solo 2020.

TribunSolo.com/Ryantono Puji
Gibran dan Teguh Prakosa sempat pose bersama seusai serahkan sapi untuk kurban di kantor DPC PDIP Solo, Jalan Hasanudin Nomor 26, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Kamis (30/7/2020). 

TRIBUNPALU.COM - Nama-nama besar telah disebut-sebut menjadi juru kampanye putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, di ajang kontestasi pemilihan wali kota dan wakil wali kota di Solo.

Terbaru, nama yang masuk menjadi juru kampanye Gibran adalah Sandiaga Salahuddin Uno.

Gibran Rakabuming Raka mengaku senang saat mengetahui Sandiaga Uno akan menjadi juru kampanye (jurkam) di Pilkada Solo 2020.

"Iya, saya sangat senang sekali," kata Calon Wali Kota Solo itu di Solo, Jawa Tengah, Jumat (2/10/2020).

Gibran menganggap politisi Partai Gerindra itu adalah seniornya. Gibran dan Sandiaga sama-sama seorang pengusaha.

"Beliau kan senior saya, pengusaha sukses," ucap putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ini 5 Youtuber Indonesia dengan Penghasilan Terbesar Menurut Social Blade, Ada Raffi hingga Atta

Presiden AS Donald Trump Dinyatakan positif Covid-19

Sempat Jadi Lawan Jokowi di Pilpres 2019, Sandiaga Uno Kini Jadi Jurkam Gibran-Teguh di Pilkada Solo

Nama-nama Besar Disebut Jadi Juru Kampanye Gibran Rakabuming: Megawati, Puan, hingga Sandiaga Uno

Gibran menambahkan kehadiran Sandiaga Uno sebagai jurkam akan membuat kampanye Pilkada Solo semakin marak.

Bahkan, dirinya optimistis kehadiran Sandiaga dalam kampanye disambut dengan suka cita oleh masyarakat di Solo.

"Dan saya yakin nanti bisa membuat kampanye di Solo semakin marak, semakin bisa disambut dengan suka cita oleh masyarakat Solo," terang dia.

Selain Sandiaga Uno, ada nama besar lain yang juga akan menjadi jurkam paslon Gibran-Teguh di Solo.

Mereka di antaranya ada Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Ketua DPP PDI-P Puan Maharani, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto dan tokoh nasional lainnya.

"Nanti mungkin kita kemas (kampanye) secara daring. Tidak mungkin nanti Ibu Mega, Pak Sandi dan lain-lain kita datangkan di kampung-kampung atau kampanye akbar di lapangan. Kan sudah tidak ada lagi. Semuanya harus beradaptasi secara daring," ungkap Gibran.

Kampanye secara daring ini dilakukan karena Pilkada Solo 2020 digelar di tengah pandemi wabah Covid-19.

"Yang penting komunikasi dengan warga tetap terjaga. Baik secara daring atau tatap muka yang penting komunikasi lancar," tambah dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved