Breaking News:

Kapolda Banten Siap Bendung Massa Buruh Pendemo yang Akan Berangkat ke Jakarta

Polisi di Banten akan menindak tegas para buruh yang nekat berangkat ke Jakarta untuk menggelar aksi tolak Undang-Undang Cipta Kerja.

Editor: Bobby Wiratama
Dokumen KSPI via Kompas.com
Buruh perempuan menggelar aksi demonstrasi di Jakarta menolak omnibus law RUU Cipta Kerja, Jumat (6/3/2020). 

TRIBUNPALU.COM - Polisi di Banten akan menindak tegas para buruh yang nekat berangkat ke Jakarta untuk menggelar aksi tolak Undang-Undang Cipta Kerja.

Namun demikian, polisi tetap mengedepankan tindakan persuasif dan meminta butuh tidak nekat masuk ke Jakarta.

"Jika nanti curi-curi juga akan kita bubarkan," kata Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar kepada wartawan. Rabu (7/10/2020).

Menurut Fiandar, jajarannya akan dikerahkan di setiap pintu tol untuk memantau pergerakan buruh.

"Jelas (dijaga), kalau pintu tol itu akan kita prioritas untuk diamankan. Jangan sampai sudah bergerombol engga karuan, sepeda motor masuk tol kan engga boleh," katanya.

Luhut Sentil Pimpinan Serikat Pekerja yang Deklarasikan Tolak UU Cipta Kerja: Hidupmu Enak

Fadli Zon Minta Maaf Tak Bisa Cegah Pengesahan RUU Ciptaker, Yunarto Wijaya Beri Sindiran Pedas

Seperti diketahui, para buruh masih memiliki satu hari untuk menggelar mogok nasional menolak undang-undang yang menuai kontroversi tersebut.

Proses hukum pendemo

Selain itu, Fiandar memastikan proses hukum tetap akan diteruskan bagi 14 pendemo yang ditangkap saat aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja pada Selasa (6/10/2020) malam.

"Sejauh alat bukti, kecukupan pasal peristiwa tersebut, bahwa seseorang pantas atau patut diduga melakukan suatu tindakan pidana yang didalami Ditreskrimum, pasti kita proses, siapapun itu," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi mahasiswa tolak UU Cipta Kerja di Serang berakhir ricuh.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, kericuhan diawali saat pihak kepolisian meminta mahasiswa untuk membubarkan diri, karena sudah melewati batas waktu aksi unjuk rasa.

Namun, mahasiswa bersikukuh dan enggan membubarkan diri. Polisi akhirnya memutuskan untuk memukul mundur paksa, hingga terjadi perlawanan dari mahasiswa dengan melemparkan batu dan kembang api ke arah polisi.

Polisi kemudian melakukan tindakan tegas dengan menembakan gas air mata ke arah mahasiswa.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cegah Massa Buruh ke Jakarta, Kapolda Banten: Kalau Masih Curi-curi, Kita Bubarkan"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved