Breaking News:

Kabar Internasional

Pentagon Sambut Kedatangan Prabowo Subianto, Organisasi HAM Kecam Keputusan AS yang Cabut Blacklist

Pemerintah AS cabut larangan defacto terhadap Prabowo Subianto untuk hadir ke Pentagon. Organisasi HAM justru kecam pemerintah yang telah berikan visa

Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Imam Saputro
Kompas.com/Andreas Lukas Altobeli
Pemerintah AS cabut larangan defacto terhadap Prabowo Subianto untuk hadir ke Pentagon. Organisasi HAM justru kecam pemerintah yang telah berikan visa 

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan menyambut kehadiran Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto ke Pentagon.

Pemerintahan Presiden Donald Trump baru saja mencabut larangan defacto terhadap Prabowo Subianto untuk masuk ke negeranya atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Diberitakan media politik terkenal di AS, Politico, Selasa (6/10/2020), Departemen Luar Negeri AS telah memutuskan untuk memberi visa kepada Menhan Prabowo Subianto.

Dengan visa tersebut, artinya, Prabowo diizinkan untuk memasuki AS setelah lama masuk dalam daftar hitam pemerintah setempat.

Prabowo Subianto masuk daftar hitam AS karena diduga berperan dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) sejak beberapa dekade lalu.

"Prabowo Subianto diperkirakan akan berkunjung sekitar akhir bulan ini," tulis Politico.

Calon Presiden Nomor Urut 2, Prabowo Subianto menyampaikan gagasannya saat Debat Kedua Calon Presiden, Pemilihan Umum 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Baca juga: Sempat Masuk Blacklist Amerika Serikat, Kini Prabowo Boleh Masuk ke Negeri Paman Sam Lagi

Dikutip dari Reuters, Prabowo Subianto menjadi tokoh yang kontroversial di Indonesia.

Ia dituduh terlibat dalam kejahatan militer di Timor Timur (saat ini Timur Leste) yang membuat namanya dicemooh di kalangan pendukung dan lembaga HAM.

Namun, sejak diangkat sebagai menteri oleh Presiden Joko Widodo, Prabowo Subianto menjadi tokoh kunci ketika pemerintahan Donald Trump berupaya mempererat hubungan pertahanan dengan Indonesia.

Sebab, ini menjadi perhatian khusus Washington lantaran militer Indonesia juga tengah dirayu oleh Rusia dan China.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved