Fenomena Langka Terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, Hujan Es Turun Jumat Siang

Hujan es melanda Kecamatan Miomafo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur ( NTT), Jumat (23/10/2020) siang.

Editor: Imam Saputro
kompasiana.com
Hujan dan Gelombang Tinggi 

TRIBUNPALU.COM- Hujan es melanda Kecamatan Miomafo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur ( NTT), Jumat (23/10/2020) siang.

Salah seorang warga Miomafo Barat, Retno Sila, mengatakan, hujan es berlangsung pukul 14.00 Wita.

"Tadi hujan berlangsung sekitar satu jam. Kalau hujan es hanya setengah jam," ungkap Retno, kepada Kompas.com, Jumat petang.

Ukuran es tersebut, lanjut dia, sebesar kelereng. Dia menyebut, hujan es di wilayahnya pernah terjadi, tapi sudah berlangsung lama.

Hujan es
Hujan es ()
 "Informasi dari orangtua di sini, katanya hujan es pernah terjadi 20 tahun lalu," ujar Retno.

Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, membenarkan kejadian itu.

Raymundus mengatakan, hujan es hanya terjadi di Kecamatan Miomafo Barat saja.

Menurut Raymundus, hujan es memang pernah ada di wilayahnya, tapi sudah berlangsung puluhan tahun lalu.

Khusus di Kabupaten TTU, hanya beberapa wilayah saja yang pernah terjadi hujan es yakni di daerah Miomafo, Insana dan sebagian Biboki.

"Tapi itu sudah terjadi beberapa tahun lalu," ujar dia.

"Sampai saat ini, tidak ada kerusakan rumah akibat hujan es itu," kata Raymundus.

Dihubungi terpisah, Forecaster on Duty Stamet El Tari Kupang Helny Mega Milla, mengatakan, di NTT hujan es hanya terjadi di Kabupaten TTU.

Mega menuturkan, kejadian hujan lebat atau es disertai kilat atau petir, serta angin kencang berdurasi singkat, lebih banyak terjadi saat masa transisi musim atau pancaroba, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

"Hujan es tersebut disebabkan oleh adanya awan kumulonimbus," kata Mega.

Indikasi terjadinya hujan lebat atau hujan es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat yakni, satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

Selanjutnya, mulai pukul 10.00 pagi, terlihat tumbuh awan kumulus (awan putih berlapis-lapis).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved