Senin, 13 April 2026

Dibikin Karikatur Cabul, Presiden Turki Erdogan: Charlie Hebdo Brengsek

Dalam kartun di bagian depan itu, mantan Wali Kota Istanbul itu digambarkan hanya memakai pakaian dalam dengan membawa sekaleng bir.

net
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan 

TRIBUNPALU.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut majalah satir Perancis Charlie Hebdo "brengsek", setelah dia digambarkan secara cabul.

Tak hanya itu. Ankara juga berencana untuk mengajukan "aksi diplomatik maupun hukum" setelah karikatur sang presiden yang dipajang di halaman depan.

Dalam kartun di bagian depan itu, mantan Wali Kota Istanbul itu digambarkan hanya memakai pakaian dalam dengan membawa sekaleng bir.

Publikasi cabul yang dilakukan Charlie Hebdo itu tak pelak makin memperuncing ketegangan antara dua negara anggota NATO itu.

Baca juga: Presiden Turki Minta Warganya Boikot Produk Prancis dan Desak Uni Eropa Hentikan Agenda Anti-Islam

Baca juga: Anggota DPD RI Dianggap Lecehkan Kepercayaan Masyarakat Bali, Akui Sudah Baca Kitab Suci

Erdogan menyatakan, dia tidak pernah melihat gambar majalah satir itu.

Sebab, dia merasa tidak perlu memberi "kredit atas perilaku amoral."

"Saya tak perlu mengatakan apa pun kepada si brengsek yang sudah menghina nabi saya seperti itu," tegasnya dalam pidato di parlemen.

Dia menyatakan sedih dan frustrasi bukan karena dia menjadi sasaran dari majalah itu, melainkan kartun Nabi Muhammad yang menuai kontroversi.

"Jahat dan jelek"

Turki, meski merupakan negara sekuler, mayoritas penduduknya beragama Islam.

Negara itu menjadi lebih konservatif dan nasionalis sejak Erdogan memerintah.

Kebijakan yang dibawa mantan Perdana Menteri Turki itu membuat mereka berseberangan dengan Perancis yang dipimpin Presiden Emmanuel Macron.

Macron sendiri sudah menegaskan dia tidak akan menurunkan kartun Nabi Muhammad sejak kasus guru Sejarah yang dipenggal oleh remaja Chechen berusia 18 tahun.

Baca juga: Jawaban Ernest Prakasa saat Dimintai Pendapat Soal Ucapan Megawati: Idup Saya Lagi Lumayan Tenang

Baca juga: Membanggakan Bagi Warga Palu! Witan Sulaeman Disebut Shin Tae-Yong Pemain Terbaik di Timnas U-19

Baca juga: Dilamar pada Tahun 2017, Maia Estianty Ungkap Pernikahannya dengan Irwan Mussry Sempat Dibatalkan

Dilansir AFP Rabu (28/10/2020), Erdogan menuding "Macron dan yang sejiwa dengannya" melakukan "kebijakan jahat, jelek, dan provokatif untuk menebar kebencian."

Karena gambar cabul yang dibuat oleh Charlie Hebdo itu, jaksa penuntut Ankara menyatakan bahwa mereka bakal menggelar penyelidikan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved