Pilwali Palu 2020
Pengentasan Kemiskinan di Palu, Hidayat Lanjutkan Program, Hadianto Gagas Wisata Pasar Ikan
Program pengentasan kemiskinan menjadi satu isu pembahasan dalam debat kandidat Pilwali Palu 2020.
TRIBUNPALU.COM, PALU - Program pengentasan kemiskinan menjadi satu isu pembahasan dalam debat kandidat Pilwali Palu 2020.
Pertanyaan itu disampaikan moderator Dr Osgar Sahim Patompo di segmen ketiga debat kandidat yang berlangsung di Hotel Best Western Plus Coco, Jl Basuki Rahman, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, sore ini, Rabu (11/11/2020).
Keempat bakal calon Wakil Wali Kota Palu didaulat menjawab pertanyaan itu.
Penjawab pertama diberikan kepada pasangan Aristan, Muhammad Wahyuddin.
"Bagaimana menyelesaikan persoalan ini berbasis kelurahan, ke depannya kami akan menggulirkan program Rp1 miliar per kelurahan. Dana itu untuk pembangunan sarana dan prasarana dan pemberdayaan masyarakat," kata Ketua PKS tersebut.
Dia memaparkan, pihaknya akan menggulirkan program Kelompok Usaha Bersama (Kube) untuk pengembangan usaha dan permodalan serta pendampingan berkesinambungan.
"Dengan program itu, kami ingin agar usaha penduduk miskin di Palu berbasis rumah tangga," tutur Wahyuddin.
Baca juga: 2 Kali Aristan Teriak dalam Debat Kandidat Pilwali Palu
Baca juga: Ini Harga PlayStation 5 di Indonesia, Akan Dijual Mulai 22 Januari 2021
Baca juga: Hari Pahlawan Nasional, Komunitas Historia Sulteng Rilis 3 Nama Jalan Keliru di Kota Palu
Lain halnya dengan calon Wakil Wali Kota dr Reny A Lamadjido.
Dia menilai, peningkatan kualitas dan penambahan upah padat karya menjadi solusi pengentasan kemiskinan yang tepat di Kota Palu.
Eks Kadis Kesehatan Pemprov Sulteng itu menambahkan, pelatihan keterampilan di tingkat kelurahan juga menjadi misinya.
"Lewat pelantihan itu, kita menyiapkan tenaga kerja unggul bersertifikasi agar dapat bersaing dengan tenaga kerja dari daerah lain," ujar dr Reny A Lamadjido.
Selain peningkatan UMKM, dia juga berencana menjadikan pasar ikan sebagai tempat wisata serta dapat memasok ikan di luar kota.
Sementara calon wakil wali kota nomor urut tiga Habsa Yanti Ponulele menyebut angka penduduk miskin naik karena bencana alam dan nonalam selama dua tahun terakhir.
"Pemerintah selama ini terus berupaya memberikan bantuan agar kebutuhan korban bencana alam maupun nonalam dapat tercukupi," ucap alumni Unhas Makassar itu.
Dia menjelaskan, pihaknya akan melanjutkan program yang sudah berjalan selama ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/kandidat-pilwali-palu-2020.jpg)