Trump Tunda Akses Informasi Intelijen yang Penting untuk Biden
Makin banyak sekutu Trump menyerukan agar Presiden AS terpilih Joe Biden memiliki akses ke informasi pengarahan intelijen.
Sementara polemik itu berkecamuk, Biden tidak terlalu menganggap itu sebagai masalah besar. Biden tampak 'santai' dengan penundaan aksesnya ke informasi intelijen.
"Lihat, akses ke informasi rahasia itu berguna. Tapi saya tidak dalam posisi membuat keputusan itu," ujar Biden pada Selasa.
"Seperti yang saya katakan, satu presiden dalam satu waktu. Dia [Trump] akan menjadi presiden sampai 20 Januari. Senang memang [punya akses ke intelijen] itu, tapi itu tidak genting."
Sebagai mantan wakil presiden AS era Barack Obama, Biden tentu akrab dengan Brief Harian Presiden, dokumen intelijen paling sensitif yang disiapkan untuk para pejabat AS selama 8 tahun sebagai wakil presiden.
Namun, dengan ancaman yang terus berubah dan jelang Hari Pelantikan Biden, kebutuhan Biden untuk mendapatkan informasi rahasia akan jadi lebih penting.
Pakar keamanan dan intelijen nasional mengatakan mereka berharap Trump mau berubah pikiran karena presiden terpilih perlu sepenuhnya siap menghadapi masalah keamanan nasional apapun pada hari pertama menjabat.
Musuh AS dapat memanfaatkan negara itu selama transisi kepresidenan Amerika dan masalah-masalah utama luar negeri akan menjadi beban bagi Biden ketika dia masuk ke Gedung Oval pada Januari 2021.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Akses Informasi Intelijen yang Penting untuk Biden Ditunda oleh Trump",
Penulis : Miranti Kencana Wirawan
Editor : Miranti Kencana Wirawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/biden-joe-dd.jpg)