Gara-gara Mengkritik Longgarnya Protokol Kesehatan, Dokter Tirta Kerap Disebut Cebong atau Kadrun
"Saya kritik kegiatan di Petamburan, Jakarta dianggap cebong, saya kritik Pak Ganjar dianggap Kadrun, lha terus gimana, Bos?" kata Dokter Tirta.
TRIBUNPALU.COM - Pandemi virus corona Covid-19 telah melanda Indonesia selama sembilan bulan sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020 lalu.
Namun, seiring masih merebaknya wabah Covid-19, penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat justru tampak semakin longgar.
Hal tersebut disoroti oleh relawan pencegahan Covid-19, dr Tirta Mandira Hudhi, terutama setelah kepulangan Habib Rizieq Shihab.
Gara-gara memberikan kritik penerapan protokol kesehatan itu tak jarang ia disebut cebong atau kadrun.
"Saya kritik kegiatan di Petamburan, Jakarta dianggap cebong, saya kritik Pak Ganjar dianggap Kadrun, lha terus gimana, Bos?" katanya dilansir laman YouTube Indonesia Lawyer Club (ILC), Rabu (18/11/2020).
Baca juga: Dokter Tirta Usul Agar Pemerintah Rangkul Habib Rizieq Jadi Agen Edukasi, Begini Respon Karni Ilyas
Baca juga: Kapolda Dicopot dan Anies Dipanggil Polisi Gegara Acara Habib Rizieq, dr Tirta: Korban Standar Ganda
Baca juga: Tamu di Acara Pernikahan Putri Rizieq Shihab Capai 10 Ribu Orang, dr Tirta: Aturan Ini Untuk Siapa?
Bahkan, lanjutnya ada netizen yang melabeli dirinya benci Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantaran memberikan kritikan pada Gibran Rakabuming Raka.
Namun dasar dari itu semua, dr Tirta mengatakan tidak ada tendensi personal dengan kritik-kritiknya, melainkan merupakan aksi kemanusiaan.
Seperti diketahui, kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu ke Indonesia diiringi aksi besar massa pendukungnya.
Banyak massa tersebut memadati Bandara Soekarno-Hatta hingga jalanan.
Tak sampai di situ, kerumunan massa juga terjadi di Petamburan, Jakarta, di mana HRS menggelar pernikahan putrinya.
Akibat aksi massa tersebut, Kapolri Jenderal Idham Azis mencopot Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi.
Tak hanya itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil pihak kepolisian.
Gimmick Protokol Kesehatan
Dokter Tirta mengatakan protokol kesehatan yang diterapkan dewasa ini sudah semacam gimmick atau semacam SKCK baru.
"Kalau akan ada kegiatan ramai-ramai asal ada tulisan sesuai protokol kesehatan itu sudah seperti kartu sakti saja," katanya dilansir laman YouTube Indonesia Lawyer Club (ILC), Rabu (18/11/2020).
Baca juga: Anies Baswedan Terancam Penjara Satu Tahun Gegara Acara habib Rizieq, Fadli Zon: Ngawur Saja
Baca juga: Anies Baswedan Diperiksa Polisi Buntut Kerumunan Hajatan Rizieq Shihab, Ini Komentar Tokoh Politik
Baca juga: Pendakwah Mamah Dedeh Positif Covid-19, Ketua RW Ungkap Kondisi Terkini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/drtirta.jpg)