Gara-gara Mengkritik Longgarnya Protokol Kesehatan, Dokter Tirta Kerap Disebut Cebong atau Kadrun
"Saya kritik kegiatan di Petamburan, Jakarta dianggap cebong, saya kritik Pak Ganjar dianggap Kadrun, lha terus gimana, Bos?" kata Dokter Tirta.
Kejadian tersebut kemudian dibandingkan dengan aksi massa kampanye di Klaten, Jawa Tengah.
dr Tirta pun mempertanyakan kenapa Kapolda Jateng tidak turut ditindak atau dimutasi.
Baca juga: Presiden Jokowi Menyatakan Siap Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19
Baca juga: Studi Sebut Vaksin Covid-19 Sinovac Dorong Respon Imun Tubuh dengan Cepat
Baca juga: Vaksin Moderna Tunjukkan Efektivitas hingga 95 Persen, Harapan untuk Pandemi Covid-19?
Pemanggilan Anies Baswedan
Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta mendatangi Mapolda Metro Jaya, Selasa (17/11/2020) kemarin, guna memberikan klarifikasi terkait penyelenggaraan pernikahan putri Rizieq Shihab dan peringatan Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat pada Sabtu lalu.
Banyak orang mengikuti kegiatan itu dan mereka mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Anies dimintai keterangan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya selama 9,5 jam.
Dia datang pukul 09.43 WIB dan baru keluar dari ruang pemeriksaan pada pukul 19.30 WIB.
Dia mengaku telah menjawab pertanyaan polisi sesuai fakta di lapangan.
"Alhamdulillah saya tadi telah selesai memenuhi undangan untuk memberikan klarifikasi dan prosesnya berjalan baik," kata Anies di Mapolda Metro Jaya.
"Semuanya sudah dijawab sesuai dengan fakta yang ada, tidak ditambah tidak dikurangi," ujar dia.
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati) (Kompas.com/Rosiana Haryanti)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wagub DKI Mintas Masyarakat Tak Berspekulasi Soal Anies Diperiksa Polisi
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul dr Tirta: Saya Kritik Kegiatan Petamburan Dianggap Cebong, Kritik Pak Ganjar Dianggap Kadrun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/drtirta.jpg)