Breaking News:

Menaker Ida Fauziyah: 151 Ribu Pekerja Belum Mendapat Subsidi Gaji Tahap Pertama

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyebut sebanyak 151 ribu pekerja belum menerima bantuan subsidi upah (BSU) pada tahap pertama.

Tribunnews/Herudin
Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah saat diwawancarai secara khusus oleh Tribunnews di Kantor Kemnaker RI, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020). 

TRIBUNPALU.COM — Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyebut sebanyak 151 ribu pekerja belum menerima bantuan subsidi upah (BSU) pada tahap pertama.

Saat ini penyaluran BSU telah memasuki tahap kedua.

Hal itu disampaikan Menaker dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

“Progres penyaluran BSU yang kami update 23 November  2020. Realisasi BSU gelombang pertama sebanyak 12,2 juta orang. Dan yang belum dapat disalurkan sebanyak 151 ribu  orang,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Adapun realisasi anggaran BSU gelombang pertama sebesar Rp14,7 triliun dari target Rp14,8 triliun.

Baca juga: Kemenag Siapkan Naskah Khutbah Jumat, Fadli Zon Lontarkan Kritikan: Mau Disesuaikan Selera Kemenag?

Baca juga: Edhy Prabowo Terjaring OTT, Pernyataan Resmi KKP: Kami Masih Tunggu Informasi Resmi dari KPK

Baca juga: Ini Tanggapan Presiden Jokowi Soal Menteri KKP Edhy Prabowo yang Ditangkap KPK

Pada gelombang kedua penyaluran BSU, menurut data sampai dengan 23 November 2020, Menaker mencatat sebanyak 5,9 juta orang.

Sementara yang belum dapat disalurkan sebanyak 3.000 orang dan hingga kini proses penyaluran masih berlangsung.

 “Realisasi anggaran gelombang ke-2, Rp 7,1 triliun dari target anggaran Rp13,2 triliun. Ini untuk gelombang kedua, masih dalam proses realisasi penyaluran dari bank penyalur ke penerima program,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, data calon penerima BSU sampai dengan 30 September 2020 yang disampaikan oleh BPJS Ketenagakerjaan ke Kementerian Tenaga Kerja adalah sebesar 12,4 juta orang. Itu kemudian dibagi menjadi 6 batch.

“Berdasarkan data tersebut, telah dilakukan revisi target dari yang semula15,7 juta orang, dengan anggaran Rp37,7 triliun, menjadi 12,4 juta orang dengan anggarannya menjadi Rp29,7 triliun,” jelasnya.

Halaman
12
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved