Sering Ditemui, Apa Sih Arti Inisial YKK pada Ritsleting? Ini Kisah dan Sejarah Singkatnya
Sebagian besar dari kita pasti pernah melihat inisial tiga huruf YKK pada kepala ritsleting di berbagai produk, seperti celana, tas atau pun jaket.
TRIBUNPALU.COM - Sebagian besar dari kita pasti pernah melihat inisial tiga huruf YKK pada kepala ritsleting di berbagai produk, seperti celana, tas atau pun jaket.
Tapi, apakah kalian tahu betul apa arti dan kisah di balik inisial YKK itu?
Inisial tersebut muncul pada ritsleting di berbagai merek dan jenis perlengkapan.
Artinya, kita juga akan menemukannya, bahkan pada tas mahal sekelas Hermes sekalipun.
Huruf-huruf itu ternyata adalah singkatan dari bahasa Jepang yakni "Yoshida Kogyo Kabushikikaisha", yang jika diterjemahkan menjadi "Yoshida Company Limited".
Baca juga: Dedi Mulyadi Sayangkan 500 Nelayan Bekerja di Kapal Asing dan Malah Ikut Curi Ikan di Laut Indonesia
Baca juga: Donald Trump Turun Tahta dari Kursi Presiden AS, Presiden Iran Girang
Baca juga: JNE Tegaskan Tidak Pernah Berafiliasi dengan Gerakan Terorisme maupun Radikalisme
Baca juga: Tanggapan Mahfud MD setelah Diminta Pertanggungjawaban oleh Ridwan Kamil atas Kerumunan HRS
Baca juga: Kaleidoskop 2020: Deretan Artis Indonesia yang Pernah Terinfeksi Covid-19, Satu Meninggal Dunia
Seperti yang sudah kita duga, perusahaan ini adalah produsen ritsleting besar, yang menghasilkan kira-kira sekitar tujuh juta ritsleting setiap tahun untuk pasar dunia.
Sebagian besar desainer sudah mempercayai merek ritsleting tersebut sejak tahun 1934.
"YKK membuat ritsleting yang sangat dapat diandalkan, mengirimkannya tepat waktu, menawarkan berbagai warna, bahan, dan gaya," ungkap penulis Slate, Seth Stevenson.
Meski perusahaannya sangat tenar, YKK bukanlah penemu utama ritsleting.
Risleting pertama kali diciptakan di Amerika Serikat pada tahun 1980-an oleh Whitcomb L. Judson.
Perusahaan milik Ludson masih ada dengan nama Talon, Inc yang digunakan oleh berbagai brand di antaranya Brooks Brothers dan Uniqlo.
Sementara itu, YKK muncul ketika pendiri Tadao Yoshida memutuskan dia tidak puas dengan metode produksi yang ada. Di pabriknya, setiap aspek produksi dilakukan di dalam perusahaan.
"YKK melebur kuningannya sendiri, membuat poliesternya sendiri, memutar dan memelintir benang sendiri. Mereka juga menenun dan mewarnai kain untuk pita ritsletingnya, serta menempa dan membentuk gigi ritsletingnya," kata sebuah sumber di Los Angeles Times.
Dengan tingkat detail dan kontrol seperti itu, tidak heran apabila perusahaan YKK mengambil alih hampir semua produksi ritsleting di dunia.
"Ada masalah kualitas di masa lalu ketika kami menggunakan ritsleting yang lebih murah. Sekarang kami tetap menggunakan YKK," kata seorang desainer, Trina Turk. "
Ketika pelanggan membeli celana seharga 200 dolar AS atau sekitar Rp 2,8 juta, sebaiknya mereka memiliki ritsleting yang bagus. Sebab, pelanggan akan menyalahkan brand pembuat pakaian meskipun bagian yang rusak ada pada ritsleting," ujar Turk dia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Arti Inisial YKK di Ritsleting, Penasaran?"
Penulis : Ryan Sara Pratiwi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ykk-zipper.jpg)