Breaking News:

Ungkap Alasan Tolak Jadi Pengacara Rizieq Shihab, Yusril: Saya Sudah Kafir dan Murtad

Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan alasannya tidak mau menjadi pengacara Rizieq Shihab.

Editor: Lita Andari Susanti
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Yusril Ihza Mahendra, saat ditemui di kantornya, Kasablanka Office Tower, Jakarta, Jumat (12/7/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Sejumlah pengacara kondang TaPimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab yang kini terjerat kasus hukum terkait kerumunan.

Seperti Hotman Paris Hutapea dan kini yang terbaru Yusril Ihza Mahendra.

Sama seperti Hotman Paris, Yusril ternyata juga menolak menjadi pengacara Rizieq Shihab.

Yusril Ihza Mahendra mengaku dirinya sempat diminta Ustaz Bachtiar Nasir melalui orang dekatnya untuk membantu Rizieq Shihab.

Baca juga: Kasus Kerumunan Petamburan Diambil Alih Bareskrim Polri,Rizieq Shihab Tetap Ditahan Polda Metro Jaya

Baca juga: Soroti Aksi Penolakan Rizieq Shihab di Aceh, Fadli Zon: Hopeless Jadi Pakai Mahasiswa Siluman

"Hari ini Bachtiar Nasir melalui seseorang menghubungi saya, karena besok akan diperiksa sebagai tersangka, kayaknya Rizieq. Saya katakan, Mohon maaf. Silakan Bachtiar Nasir menghubungi Bapak Prabowo Subianto," kata Yusril melalui keterangannya, Senin (21/12/2020).

 

Kemudian, Yusril meminta maaf kepada orang utusan Bachtiar Nasir tersebut karena tak bisa membantu Rizieq Shihab.

Justru, Yusril memberi saran kepada Bachtiar Nasir untuk menghubungi Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.

Sebab, menurut Yusril, Prabowo Subianto memiliki peluang besar untuk membantunya.

"Silakan menghubungi Pak Prabowo sebagai Menhan. Saya yakin Menhan bisa membantu. Saya sudah kafir dan murtad gara-gara mendukung Pak Jokowi menurut versi anda (Bachtiar Nasir)," ujar Yusril.

Yusril menegaskan, selama ini dia dan PBB sering kali membela ulama dan umat Islam.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved