Breaking News:

Virus Corona

BPOM Resmi Keluarkan Izin Penggunaan Darurat atau EUA Vaksin Covid-19 dari Sinovac

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengumumkan vaksin Covid-19 dari Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan kedaruratan.

Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Konferensi Kepala Badan POM Penny Kusumastuti Lukito soal obat ranitidin yang diambil dari peredaran di kantor Badan POM di Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengumumkan vaksin Covid-19 dari Sinovac atau dikenal dengan nama CoronVac telah mendapatkan izin penggunaan kedaruratan atau emergency use authorization (EUA).

Persetujuan ini didasarkan pada sejumlah data di antaranya ialah data keamanan dan efikasi atau khasiat vaksin dengan mengacu pada panduan WHO mengenai pemberian izin EUA.

Penny memaparkan, hasil uji klinik di Bandung menunjukkan efikasi vaksin Covid-19 sebesar 65,3 persen.

Hasil tersebut sesuai dengan persyaratan WHO yang mana minimal efikasi vaksin ialah 50 persen.

"Berdasarkan data-data tersebut dan mengacu pada panduan WHO dalam pemberian persetujuan EUA untuk vaksin Covid-19, maka vaksin CoronaVac ini memenuhi persyaratan untuk dapat diberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat," kata Penny dalam konferensi pers pada Senin (11/1/2021).

Baca juga: Vaksin Covid-19 di Indonesia Gratis, BPOM: Keamanan dan Efektivitas Vaksin Tetap yang Utama

"Oleh karena ini, pada Senin 11 Januari 2021, Badan POM memberikan persetujuan pengguanaan dalam kondisi emergency (EUA) untuk vaksin Covid-19 yang pertama kali kepada vaksin CoronaVac produksi Sinovac BioTech Inc. yang bekerja sama dengan PT Bio Farma," sambungnya.

Adapun dijelaskan, pengambilan keputusan juga didasarkan pada rekomendasi dari hasil pembahasan yang dirumuskan dalam Rapat Pleno dari anggota Komite Nasional Penilai Obat, tim ahli dalam bidang imunologi ITAGI, dan ahli epidemiologi pada tanggal 10 Januari 2021.

Simak selengkapnya berikut ini

MUI tetapkan vaksin Covid-19 halal digunakan

Sebelumnya, pada Jumat (8/1/2021) lalu, Komisi Fatwa MUI menggelar rapat pleno di Hotel Sultan, Jakarta Pusat untuk menentukan halal tidaknya vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Halaman
12
Penulis: Clarissa Fauzany Priastuti
Editor: Imam Saputro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved