Rabu, 15 April 2026

Rangkuman Perjalanan Covid-19 di Indonesia dari Maret 2020 Hingga Akhir Januari 2021

Rangkuman proses perjalanan pemerintah dalam menangani kasus Covid-19 di Indonesia dari Maret 2020 hingga akhir Januari 2021

Channel YouTube Sekretariat Presiden
Kaleidoskop Covid-19 Indonesia 

TRIBUNPALU.COM - Berikut ini rangkuman perjalanan Covid-19 di Indonesia mulai dari Maret 2020 hingga akhir Januari 2021.

dr Reisa Broto Asmoro menjelaskan rangkuman tersebut pada keterangan pers yang diunggah Senin (25/1/2021) melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

Pada kesempatan tersebut Reisa juga menjelaskan kembali perkembangan jumlah kasus positif Covid-19. 

Kaleidoskop Covid-19 Indonesia
Kaleidoskop Covid-19 Indonesia (Channel YouTube Sekretariat Presiden)

Kasus pertama Covid-19 di Indonesia diumumkan presiden pada tanggal 2 Maret 2020. 

Kasus tersebut cukup menghebohkan seluruh warga Indonesia. 

Kaleidoskop Covid-19 Indonesia
Kaleidoskop Covid-19 Indonesia (Channel YouTube Sekretariat Presiden)

Pada bulan Maret penanganan awal Covid-19 di Indonesia dimulai dengan larangan mudik pada 1 Mei 2020.

Disusul dengan pembentukan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. 

Selanjutnya pada 5 Agutus 2020, pemerintah menetapkan sanksi bagi pelanggar penegakan 3M. 

Kaleidoskop Covid-19 Indonesia
Kaleidoskop Covid-19 Indonesia (Channel YouTube Sekretariat Presiden)

Lantas pada 6 Desember 2020, Vaksin Sinovac resmi tiba di Indonesia. 

Pada 13 Januari 2021, Vaksinasi perdana dimulai dengan penyuntikan Presiden Jokowi di Istana Presiden. 

Hingga pada 23 Januari 2021, Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengumumkan positif Covid-19.

Upaya Pencegahan Covid-19

Pada kesempatan yang sama, dr Reisa Broto Asmoro menjelaskan langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam upaya pencegahan Covid-19 di Indonesia.

Ia menjelaskan ratusan ribu relawan kini bergerak bersama Satgas Covid-19 untuk menjadi lebih disiplin
memakai masker, tidak berkerumun, berjaga jarak, dan mencuci tangan.

"Memakai masker di ruang publik maupun di rumah bila resiko penularan tinggi, mempraktekkan protokol kesehatan di kantor, angkutan umum, dan keluarga untuk menjaga resiko tertular," jelas Reisa. 

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved