AS dan Iran Segera Duduk di Meja Perundingan Lagi, Siapa Bakal 'Mengalah'?
Amerika Serikat dan Iran disebut segera mengadakan kembali pertemuan untuk mengakhir perang di Timur Tengah.
TRIBUNPALU.COM – Amerika Serikat dan Iran disebut segera mengadakan kembali pertemuan untuk mengakhir perang di Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump mengindikasikan negosiasi kemungkinan besar kembali digelar di Pakistan dalam kurun waktu dua hari ke depan.
Pekan lalu, pembicaraan selama 21 jam di Pakistan antara AS-Iran gagal mencapai kata sepakat.
Buntutnya, Trump perintahkan angkatan laut Amerika memblokade Selat Hormuz.
Selain pernyataan Trump, sejumlah pejabat dari Pakistan, Iran, dan negara-negara Teluk juga mengonfirmasi kemungkinan kembalinya tim perunding ke Pakistan minggu ini.
Namun demikian, belum ada satu pun sumber dari pihak Iran yang dapat menyebutkan kapan tanggal pasti pertemuan tersebut akan ditetapkan.
Dikutip dari New York Post, Trump memberikan sinyal kuat mengenai kelanjutan pembicaraan tersebut.
"Anda harus tetap di sana, sungguh, karena sesuatu bisa terjadi selama dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung pergi ke sana," ujar Trump pada Selasa waktu setempat (14/4/2026).
Visi "Kesepakatan Besar" Donald Trump
Di tempat berbeda, Wakil Presiden AS JD Vance juga membenarkan rencana negosiasi dari Trump tersebut.
Saat berbicara dalam acara Turning Point USA di Georgia, Vance menegaskan bahwa Trump tidak tertarik pada solusi jangka pendek atau skala kecil dalam menangani isu Teheran.
Vance mengatakan, hari ini bahwa Trump ingin membuat "kesepakatan besar” terkait Iran.
Ia juga mengklaim bahwa Trump menjanjikan kesuksesan ekonomi bagi Iran dalam negosiasi tersebut.
“Dia tidak ingin membuat kesepakatan kecil. Dia ingin membuat kesepakatan besar,” tegas Vance.
Terkait kegagalan proses negosiasi yang berjalan di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan kemarin, Vance pun buka suara.
Ia mengakui adanya kemajuan pemahaman antara kedua belah pihak meskipun pertemuan kala itu belum membuahkan kesepakatan final.
| Tak Terima Dikritik oleh Paus Leo XIV Soal Iran, Presiden Trump Kini Juga 'Serang' Vatikan |
|
|---|
| Penyebab Amerika dan Iran Gagal Sepakat Setelah Perundingan 21 Jam |
|
|---|
| Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal Jadi Alasan Gagalnya Perundingan Damai |
|
|---|
| Pembicaraan AS-Iran di Pakistan Gagal, Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Apa Dampaknya? |
|
|---|
| Muncul Perdana Pasca Gencatan Senjata, Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Atas AS-Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/menlu-iran048.jpg)