Senin, 20 April 2026

AS dan Iran Segera Duduk di Meja Perundingan Lagi, Siapa Bakal 'Mengalah'?

Amerika Serikat dan Iran disebut segera mengadakan kembali pertemuan untuk mengakhir perang di Timur Tengah.

Editor: Imam Saputro
Jacquelyn Martin/POOL/AFP
PERTEMUAN AS&IRAN - JD Vance berjabat tangan dengan pejabat Pakistan setibanya untuk pembicaraan perdamaian AS-Iran, disaksikan Asim Munir dan Mohammad Ishaq Dar di Islamabad, Sabtu (11/4/2026) 

TRIBUNPALU.COM – Amerika Serikat dan Iran disebut segera mengadakan kembali pertemuan untuk mengakhir perang di Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump mengindikasikan negosiasi kemungkinan besar kembali digelar di Pakistan dalam kurun waktu dua hari ke depan.

Pekan lalu, pembicaraan selama 21 jam di Pakistan antara AS-Iran gagal mencapai kata sepakat.

Buntutnya, Trump perintahkan angkatan laut Amerika memblokade Selat Hormuz.

Selain pernyataan Trump, sejumlah pejabat dari Pakistan, Iran, dan negara-negara Teluk juga mengonfirmasi kemungkinan kembalinya tim perunding ke Pakistan minggu ini.

Namun demikian, belum ada satu pun sumber dari pihak Iran yang dapat menyebutkan kapan tanggal pasti pertemuan tersebut akan ditetapkan.

Dikutip dari New York Post, Trump memberikan sinyal kuat mengenai kelanjutan pembicaraan tersebut.

"Anda harus tetap di sana, sungguh, karena sesuatu bisa terjadi selama dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung pergi ke sana," ujar Trump pada Selasa waktu setempat (14/4/2026).

Visi "Kesepakatan Besar" Donald Trump

Di tempat berbeda, Wakil Presiden AS JD Vance juga membenarkan rencana negosiasi dari Trump tersebut.

Saat berbicara dalam acara Turning Point USA di Georgia, Vance menegaskan bahwa Trump tidak tertarik pada solusi jangka pendek atau skala kecil dalam menangani isu Teheran.

Vance mengatakan, hari ini bahwa Trump ingin membuat "kesepakatan besar” terkait Iran.

Ia juga mengklaim bahwa Trump menjanjikan kesuksesan ekonomi bagi Iran dalam negosiasi tersebut.

“Dia tidak ingin membuat kesepakatan kecil. Dia ingin membuat kesepakatan besar,” tegas Vance.

Terkait kegagalan proses negosiasi yang berjalan di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan kemarin, Vance pun buka suara.

Ia mengakui adanya kemajuan pemahaman antara kedua belah pihak meskipun pertemuan kala itu belum membuahkan kesepakatan final.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved