Breaking News:

Beberapa Orang yang Sudah Divaksin Masih Bisa Terinfeksi Virus Corona, Mengapa Bisa Terjadi?

Pakar mengatakan bahwa kasus seperti itu tidak mengejutkan dan tidak menunjukkan bahwa ada yang salah dengan vaksin atau cara pemberiannya.

bgr.com
ILUSTRASI vaksin. 

TRIBUNPALU.COM - Belakangan ini, beberapa tokoh publik Amerika Serikat (AS) yang sudah divaksinasi Covid-19 baik suntikan pertama maupun dosis kedua dilaporkan masih bisa terinfeksi virus corona.

Melansir New York Times, Minggu (31/1/2021) beberapa anggota Kongres AS yang terinfeksi padahal sudah divaksinasi Covid-19 di antaranya Adriano Espaillat (Demokrat-New York), Stephen Lynch dan Lori Trahan (Demokrat-Massachussets).

Selain para tokoh publik, kasus serupa juga menimpa orang-orang dari lapisan masyarakat lainnya termasuk pelatih bola basket Hall of Fame Rick Pitino dan seorang perawat di California.

Mengapa hal itu bisa terjadi?

Pakar mengatakan bahwa kasus seperti itu tidak mengejutkan dan tidak menunjukkan bahwa ada yang salah dengan vaksin atau cara pemberiannya.

Alasannya, vaksin tidak bisa bekerja secara instan.

Tubuh manusia membutuhkan waktu beberapa minggu untuk dapat membangun suatu kekebalan setelah menerima dosis vaksin.

Vaksin yang digunakan di AS berasal dari Pfizer-BioNTech dan Moderna, keduanya membutuhkan suntikan kedua beberapa minggu setelah injeksi pertama agar mencapai efektivitas penuh.

Siapapun yang disuntik vaksin dapat terinfeksi dan tidak mengetahuinya ketika sedang menerima suntikan vaksin walau meski beberapa waktu sebelumnya dinyatakan negatif.

Infeksi tersebut dapat terus berkembang bahkan setelah seseorang mendapatkan suntikan sebelum perlindungannya sepenuhnya bertahan, dan kemudian muncul positif dalam hasil tes.

Halaman
12
Editor: Imam Saputro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved