Sulteng Hari Ini
Kapan Dipasang dan Berapa Biaya Alat Pendeteksi Likuefaksi Pertama di Indonesia?
Untuk biaya membuat satu unit alat pendeteksi likuefaksi ini, ditaksir mencapai enam sampai tujuh juta rupiah.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Kristina Natalia
TRIBUNPALU.COM, PALU- Rencana pemasangan alat pendeteksi telah masuk tahap awal dengan bentuk prototype.
Alat pendeteksi ini merupakan kerjasama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah dengan Universitas Tadulako (Untad).
Salah satu dosen Untad sekaligus peneliti pembuatan alat pendeteksi likuefaksi, Rizana Fauzi menyebutkan rencananya pembuatan akan dilakukan Oktober 2021 mendatang.
• Pertama di Indonesia, Alat Pendeteksi Likuefaksi akan Dipasang di Kota Palu dan Sigi
• Begini Cara Kerja Alat Pendeteksi Likuefaksi Pertama di Indonesia Buatan Dosen dan Mahasiswa Untad
• Wali Kota Hidayat Resmikan Masjid Penghafal Al Quran Jelang Masa Jabatan Berakhir
Untuk biaya membuat satu unit alat pendeteksi likuefaksi ini, ditaksir mencapai enam sampai tujuh juta rupiah.
Sementara untuk komponen alat pendeteksi itu, pihak Untad masih akan memesan sensor dari negeri China.
''Ia untuk sensor kami pesan dari china, tapi selain sensor sebagian besar panelnya sudah ada di Indonesia,'' kata Rizana, Jumat (5/2/2021).
lanjutnya, pembuatan dan pemasangan alat pendeteksi likuefaksi ini melibatkan tiga unsur.
Yakni pihak BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Jurusan Elektro Fakultas Tekhnik Untad, serta LPP ProAction.
Sementara itu, Ashrafudin, Kepala Sub Bidang Kesiapsiagaan BPBD Sulteng mengungkapkan, alat pendeteksi dini likuefaksi ini akan dibuat sebanyak delapan unit.
alat tersebut nantinya akan ditempatkan di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
Untuk titiknya, BPBD akan berkoordinasi dengan pihak Geospasial dari Badan Geologi.
"Untuk titiknya kami akan koordinasi dengan geospasial, karena mereka yang lebih tau soal titik-titiknya," jelasnya, Jumat (5/2/2021).
Jika berhasil dipasang, alat pendeteksi likuefaksi ini menjadi alat pertama di Indonesia.
BPBD berharap, alat tersebut juga bisa menjadi percontohan untuk daerah daerah lain.
"Semoga ini berhasil untuk kedepannya lagi. Karena belum ada kan di Indonesia alat untuk likuefaksi," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/likuefaksi-bangunan.jpg)