Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Kapan Dipasang dan Berapa Biaya Alat Pendeteksi Likuefaksi Pertama di Indonesia?

Untuk biaya membuat satu unit alat pendeteksi likuefaksi ini, ditaksir mencapai enam sampai tujuh juta rupiah.

TribunPalu.com/Lia_Abast
Rumah rusak akibat dihantam gempa disusul likuefaksi pada 28 September 2018 di Kota Palu, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Kristina Natalia

TRIBUNPALU.COM, PALU- Rencana pemasangan alat pendeteksi telah masuk tahap awal dengan bentuk prototype.

Alat pendeteksi ini merupakan kerjasama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah dengan Universitas Tadulako (Untad).

Salah satu dosen Untad sekaligus peneliti pembuatan alat pendeteksi likuefaksi, Rizana Fauzi menyebutkan rencananya pembuatan akan dilakukan Oktober 2021 mendatang.

Pertama di Indonesia, Alat Pendeteksi Likuefaksi akan Dipasang di Kota Palu dan Sigi

Begini Cara Kerja Alat Pendeteksi Likuefaksi Pertama di Indonesia Buatan Dosen dan Mahasiswa Untad

Wali Kota Hidayat Resmikan Masjid Penghafal Al Quran Jelang Masa Jabatan Berakhir

Untuk biaya membuat satu unit alat pendeteksi likuefaksi ini, ditaksir mencapai enam sampai tujuh juta rupiah.

Sementara untuk komponen alat pendeteksi itu, pihak Untad masih akan memesan sensor dari negeri China. 

''Ia untuk sensor kami pesan dari china, tapi selain sensor sebagian besar panelnya sudah ada di Indonesia,'' kata Rizana, Jumat (5/2/2021).

lanjutnya, pembuatan dan pemasangan alat pendeteksi likuefaksi ini melibatkan tiga unsur.

Yakni pihak BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Jurusan Elektro Fakultas Tekhnik Untad, serta LPP ProAction.

Sementara itu, Ashrafudin, Kepala Sub Bidang Kesiapsiagaan BPBD Sulteng mengungkapkan, alat pendeteksi dini likuefaksi ini akan dibuat sebanyak delapan unit.

Halaman
12
Penulis: Kristina Natalia
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved