Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Begini Cara Kerja Alat Pendeteksi Likuefaksi Pertama di Indonesia Buatan Dosen dan Mahasiswa Untad

Sirine akan berbunyi jika di daerah itu menunjukan potensi likuefaksi yang tinggi serta terjadi gempa dengan kekuatan yang cukup kuat.

TribunPalu.com/Lia_Abast
Gempa disusul likuefaksi yang terjadi pada 28 September 2018 di Kota Palu lalu menyebabkan kerusakan bangunan. 

Laporan Wartawan TribunPalu, Kristina Natalia

TRIBUNPALU.COM, PALU- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah  bekerjasama dengan Universitas Tadulako.

Kerjasama ini dalam rangka pembuatan alat pendeteksi Likuefaksi.

Alat tersebut nantinya akan ditempatkan di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

Bagaimana cara kerja alat itu.?

Pertama di Indonesia, Alat Pendeteksi Likuefaksi akan Dipasang di Kota Palu dan Sigi

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Sabtu 6 Februari 2021: 23 Provinsi Ini Waspada Hujan Angin dan Petir

UN Tak Lagi Jadi Syarat Masuk Kampus, Ini Penegasan Rektor Universitas Tadulako 

Salah satu dosen Untad sekaligus peneliti pembuatan alat pendeteksi likuefaksi, Rizana Fauzi mengungkapkan, alat ini akan lebih fokus dalam memonitoring potensi bencana, khususnya likuefaksi pada suatu daerah.

''Nama alatnya, alat monitoring potensi likuifaksi pada suatu daerah. Jadi alat ini fungsinya lebih ke monitoring dan pencatatan data-data potensi likuifaksi,'' ungkapnya, Jumat (5/2/2021).

Rizana menjelaskan, pihaknya juga akan melengkapi alat tersebut dengan data loger.

Tujuannya untuk mencatat perubahan kejadian di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

Sirine akan berbunyi jika di daerah itu menunjukan potensi likuefaksi yang tinggi serta terjadi gempa dengan kekuatan yang cukup kuat.

Halaman
12
Penulis: Kristina Natalia
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved