Sulteng Hari Ini
Sering Banjir, Walhi Sulteng Singgung Aktivitas Industri Tambang
Di Sulawesi Tengah terjadi 21 kali banjir sepanjang 2020. Kabupaten Sigi menjadi daerah paling rentan dengan 5 kejadian.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat
TRIBUNPALU.COM, PALU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadi 2.925 bencana alam sepanjang tahun 2020 di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, banjir menjadi bencana alam terbanyak hingga 1.065 kejadian.
Di Sulawesi Tengah, data dihimpun TribunPalu.com terjadi 21 kali banjir sepanjang 2020.
Kabupaten Sigi menjadi daerah paling rentan dengan 5 kejadian.
Disusul Kabupaten Buol, Poso, Donggala, Tolitoli dan Banggai.
Selain itu Kabupaten Parigi Moutong dengan jumlah tiga kejadian.
Selanjutnya, Morowali Utara sebanyak 2 kejadian dan Morowali dengan 1 kejadian.
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulteng, Abd Haris Lapabira mengungkap penyebab terjadinya banjir di Sulteng.
• Beasiswa PPA, Apa Syaratnya?
• Beasiswa KIP, Apa Syarat dan Tahapannya?
• Daftar Beasiswa 2021-2022, Bisa Kuliah Gratis
Menurutnya, maraknya aktivitas industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA) seperti tambang jadi pemicu utama.
"Liberalisasi di bidang ekonomi membawa dampak cukup banyak. Terjadinya banjir salah satu akibat dari industrialisasi," ujar Haris kepada TribunPalu.com, Jumat (5/2/2021).
Ia menilai, pemerintah Sulteng selama ini berlomba-lomba meningkatkan perekonomian tanpa melihat sektor lingkungan.
"Krisis ekologi akibat dari pembangunan yang fokus pada eksploitasi sumber daya alam. Berkedok investasi tapi lingkungan dicederai," jelas Haris.
Hal ini berdasarkan struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulteng oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Pertumbuhan ekonomi bertumpu pada sektor berbasis sumber daya alam, khususnya kehutanan dan pertambangan.