Breaking News:

Efek Pandemi dan Gaptek, Status 7.346 Mahasiswa Untad Terancam Karena Belum Bayar UKT 2021

Status 7.346 mahasiswa Untad Palu, dilaporkan terancam karena tak melunasi uang kuliah tunggal (UKT) "semester pandemi" atau tahun akademik 2020/2021.

TribunPalu.com/fandi_ahmat
Antrean pelayanan di BAKP Untad, Rabu (10/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU- Pandemi global Corona Virus Disease 2019 dan adaptasi penggunaan aplikasi teknologi perbankan digitak mulai berdampak kepada pembayaran uang kuliah mahasiswa di Palu, Sulawesi Tengah.

Status 7.346 mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) Palu, dilaporkan terancam karena tak melunasi uang kuliah tunggal (UKT) "semester pandemi" atau tahun akademik 2020/2021.

Pihak rektorat tengah menjajaki opsi mempermudah proses administrasi UKT.

Hingga saat ini, Rektor Untad, Prof Mahfudz MP belum memberi ketegasan resmi atas fenomena ini.
Rektor juga tidak memperpanjang lagi masa pembayaran UKT.

Rektor Untad: 7.346 Mahasiswa Semester Pandemi Tak Bayar UKT Harus Cuti

Rumah Sakit dan Puskesmas di Palu Jangan Asal Beri Hak Adopsi Anak

Lagi-lagi Hidayat-Pasha Tidak Hadir Agenda Pemkot Palu, Ada Apa?

Dampak paling dirasakan mahasiswa dari 11 fakuktas dan program pasca-sarjana ini adalah masa kuliah mereka lebih lama.

Jika tetap tak bisa bayar UKT  mereka terpaksa dicutikan. 

Artinya tak bisa mengikuti proses dan tahapan akademik resmi, tak bisa kuliah, tak bisa KKN, skripsi ditolak hingga diwisuda.

Masa kritis mahasiswa dari jenjang berbeda ini diungkapkan Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan Universitas Tadulako (Untad), Munari.

"Status mahasiswa masih terbuka sampai batas akhir perpanjangan pembayaran, 5 Februari 2021, masih 7000-an yang tak bayar UKT," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: fandy ahmat
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved