Fakta-fakta Konvoi Moge Masuk Bogor Tanpa Pemeriksaan Rapid Antigen & Diduga Langgar Ganjil-Genap

Fakta-fakta insiden rombongan motor gede (moge) yang masuk Kabupaten dan Kota Bogor tanpa pemeriksaan surat rapid antigen Covid-19 dan diduga juga mel

Penulis: Imam Saputro | Editor: Imam Saputro
instagram.com/@satlantaspolrestabessmg
FOTO HANYA ILUSTRASI- dokumentasi Pengendara moge terjaring razia 

TRIBUNPALU.COM - Rombongan motor gede (moge) yang masuk Kabupaten dan Kota Bogor tanpa pemeriksaan surat rapid antigen Covid-19 dan diduga juga melanggar arturan ganjil genap, berikut ini fakta-faktanya, mulai dari kronologi hingga tanggapan Polisi Bogor, Bupati , Wali Kota Bogor dan HDCI Chapter Bogor.

Diberitakan Kompas.com, konvoi rombongan motor gede (moge) disebut lolos dari pemeriksaan surat rapid antigen di Kabupaten Bogor, Jumat 12 Februari 2021.

Rombongan moge yang mendapatkan pengawalan dari kepolisian itu juga disebut lolos dari pemeriksaan petugas di Kota Bogor yang menerapkan sistem ganjil genap di akhir pekan.

Berikut ini fakta-faktanya, mulai dari kronologi hingga tanggapan Bupati dan Wali Kota Bogor:

1. Kronologi

Diberitakan KompasTV, rombongan moge tersebut terdiri dari lebih kurang 15 unit motor.

Rombongan moge yang mendapatkan pengawalan dari kepolisian tersebut, juga lolos dari pemeriksaan petugas di Kota Bogor yang menerapkan sistem ganjil genap di akhir pekan.

Salah satu kendaraan tercatat berplat nomor ganjil padahal waktu kejadian adalah hari dengan tanggal genap.

Rombongan berhasil melewati titik pemeriksaan ganjil genap di kawasan Terminal Baranangsiang.

Hal yang sama juga terjadi di posko pemeriksaan surat rapid antigen di Simpang Gadog, Puncak, Kabupaten Bogor.

Pantauan Jurnalis KompasTV Nikko Zulfikar, rombongan kendaraan roda dua mewah itu terdiri dari 15 moge.

Selain itu ada moge yang tidak terlihat pelat nomornya.

2. Kata Polisi

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, kecil kemungkinan rombongan konvoi motor gede (moge) yang melintas di Simpang Gadog, Puncak Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (12/2/2021), lolos dari pemeriksaan.

Hal ini karena terdapat penjagaan berlapis yang dilakukan polisi bersama Satgas Covid-19 selama penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di daerah itu.

Meskipun rombongan moge tersebut lolos di pos pemeriksaan Simpang Gadog, belum tentu rombongan lolos di pos pemeriksaan selanjutnya.

Sebab, kata dia, kepolisian dan Satpol PP sudah memberlakukan kebijakan PPKM secara ketat selama libur panjang tahun baru Imlek.

"Jadi, kecil kemungkinan rombong (moge) Harley tersebut akan lolos, dikarenakan penjagaan di puncak berlapis. Bisa lolos di simpang Gadog, belum tentu bisa lolos di lokasi check point," ungkap Harun, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat.

Harun mengatakan, kepolisian telah melakukan kegiatan operasi yustisi gabungan yang dilakukan selama PPKM.

Karena itu, pihaknya bersama dengan tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor telah mewajibkan masyarakat membawa kelengkapan surat keterangan rapid tes (swab) antigen.

"(Kita) pastikan pemeriksaan berlapis," ujar Harun.

3. Rombongan Moge Dilacak

Sementara itu, sejauh ini belum diketahui darimana rombongan moge itu berasal.

Selain itu, tak tampak ada plat nomor di setiap moge tersebut.

Polisi setempat pun berjanji akan melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

"Kami juga kan melakukan penindakan. ini menjadi evaluasi bagi kita semua, tapi kami pelajari pola," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

 
4. Bima Arya: Jangan mentang-mentang

Menanggapi kejadian ini, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, sebagai ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor dirinya akan melakukan penelusuran.

Bima Arya di Sekretariat DPP PAN di Jl Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (8/2/2020)
Bima Arya di Sekretariat DPP PAN di Jl Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (8/2/2020) (KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI)

"Sampai saat ini kami masih menelusuri, siapa darimana kemana, informasi yang kami dapat HDCI Bogor telah membuat aturan untuk meniadakan aktifitas," ujarnya.

Ia juga meminta agar semua pihak untuk menghormati aturan.

"Jangan mentang-mentang, aturan dibuat untuk semua, kita akan melacak, hukum harus tegak, untuk semua, tanpa kecuali, tidak ada yang dikecualikan. Kecuali yang sudah dikecualikan," katanya.

5. Bupati Bogor: Tak akan Lolos

Bupati Ade Yasin menjelaskan, rombongan moge itu akan diperiksa di lokasi wisata tujuannya.

"Kalaupun lewat dari (pemeriksaan) di sini, di lokasi (wisata) juga ada pemeriksaan," kata Ade kepada wartawan saat meninjau posko pemeriksaan di Simpang Gadog, Puncak, Bogor, seperti dilansir dari Kompas TV, Jumat (12/2/2021). 

Seperti pemeriksaan di Taman Safari dan juga di hotel-hotel kawasan Puncak Bogor.

"Jadi jangan merasa senang kalau di sini sudah lolos, di tempat lain (pemeriksaan) juga pasti ada," pungkas Ade Yasin.

6.HDCI Chapter Bogor: Sejak Pandemi kami Vakum

Sementara Pengurus Cabang atau HDCI Chapter Bogor Herryanto Suhendi memastikan bahwa kegiatan HDCI Bogor sudah vakum sejak pandemi Covod-19 diberlakukan secara nasional.

"Jadi kami semenjak Februari 2020 sampai hari ini tidak ada kegiatan touring baik luar kota maupun dalam kota, itu intruksi ketua dan secara keseluruhan anggota sudah kami intruksikan bahwa tidak ada kegiatan yang mengumpulkan massa atau nongkrong-nongkrong di cafe baik di restoran," ujarnya.

Dalam hal ini pihaknya juga menunda sementara kegiatan bakti sosial yang rencananya akan diadakan di Gunung Mas.

"Berkaitan dengan pandemi ini, memang kami tengah meninjau memonitor kegiatan di gunung mas, mudah-mudahan dalam waktu dekat ada perwakilan kami yang merealisasikan baksos di Gunung Mas," katanya.

(TribunPalu.com/Kompas.com/TribunnewsBogor/id)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved