Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Setelah 6 Hari Ditutup Longsor Kini Akses Jalan Walandano Sudah Bisa Dilalui Kendaraan

Kepala BPBD Donggala, Akris Fattah mengungkapkan jalan penghubung antara Desa Walandano dan Desa Malei tersebut sudah bisa dilewati kendaraan.

TribunPalu.com/Handover
Akses jalan di Desa Walandano Kecamatan Balaesang Tanjung Donggala sudah dapat dilewati kendaraan baik roda dua dan roda empat, Senin (15/2/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU – Akses jalan di Desa Walandano, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala sudah bisa dilewati kembali.

Sebelumnya material longsor menutup ruas jalan di Desa Walandano sejak Selasa (9/2/2021) hingga Minggu (14/2/2021).

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala telah menurunkan dua unit alat berat jenis loader dan eksavator.

Kepala BPBD Donggala, Akris Fattah mengungkapkan jalan penghubung antara Desa Walandano dan Desa Malei tersebut sudah bisa dilewati kendaraan.

Baca juga: Menanti 2 Tahun, Akhirnya Naim Tanju Korban Bencana Palu Berhenti Ngekost

Baca juga: MK Putuskan Gugatan Paslon Kabupaten Banggai Tidak Dapat Diterima

Baca juga: Tak Kunjung Dapat Huntap, Penyintas Loli Donggala: Hanya Janji Manis Pemerintah

Meskipun begitu, Akris mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati mengingat masih ada sisa material longsor dipinggir gunung.

Alat berat pun masih disiagakan di lokasi guna melanjutkan pembenahan ruas jalan.

 “Sejak Senin siang sudah bisa dilewati,” ungkap Akris Selasa (16/2/2021) malam.

Akris mengingatkan masyarakat dan pengendara dari arah Palu menuju Malei dan sekitar untuk berhati-hati jika terjadi longsor susulan.

“Tetap hati-hati karena ini masih hujan juga, sementara masih buka jalan kedepan baru diperbaiki pinggiran gunung ini,” katanya.

Hingga saat ini, BPBD masih terus melakukan pemantauan pengukuran dan kondisi curah hujan di lapangan.

Sebelumnya, longsor menutup ruas jalan menuju Desa Walandano, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (9/2/2021).

Akibatnya, jalan ke sejumlah desa di Kecamatan Balaesang Tanjung tertutup dan warga terisolir.

Material batu dan tanah longsor bukit di samping jalan memenuhi badan jalan di desa tersebut.

Kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa melintas. (*)

Penulis: Moh Salam
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved