Sulteng Hari Ini
Selain Cokelat, Disperindag Juga Perkenalkan Kopi Dari Sulteng
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah berupaya meperkenalkan varian kopi khas Sulawesi Tengah.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Kristina Natalia
TRIBUNPALU.COM, PALU - Salah satu komoditas dan tanaman unggulan di Sulawesi Tengah adalah kopi.
Dua daerah penghasil kopi khas di Sulawesi Tengah adalah Kulawi dan Lembah Napu.
Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Poso, khusus untuk dataran tinggi Lembah Napu, saat ini daerah penghasil kopi terbaik di Sulawesi Tengah itu sedang bersiap menuju wilayah pengembang kopi arabika organik.
Dana dari APBN 2019, daerah Lembah Napu mendapat bantuan 500 Hektare di Kecamatan Lore Piore.
Baca juga: Ditetapkan Jadi Wali Kota Terpilih Palu, Komunikasi Hadianto dengan Wahyuddin Kian Terbuka
Baca juga: BREAKING NEWS: KPU Tetapkan Hadi-Reny Wali Kota Palu Terpilih
Baca juga: Dusun di Kalangkangan Tolitoli Ini jadi Tempat Transaksi Narkoba, 2 Pria Diamankan Polisi
2020 daerah yang terletak di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah ini kembali diberikan bantuan seluas 200 hektare.
Dinas Pertanian Kabupaten Poso berharap, tahun 2021 kembali diberikan bantuan sebesar 300 hektare untuk pengembangan kopi arabika organik.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tengah berupaya meperkenalkan varian kopi khas Sulawesi Tengah.
Desember 2020, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah melakukan festival kopi dan menghadirkan IKM dari berbagai daerah penghasil kopi di Sulawesi Tengah.
Festival dalam rangka hari kopi internasional 2020 itu diselenggarakan di Palu Grand Mall dengan protokol kesehatan.
Festival perdana ini dilakukan untuk mempromosikan kopi khas Sulawesi Tengah sekaligus mendorong minat masyarakat untuk minum kopi.
“Kopi yang akan kami promosikan saat ini, mengingat hasil kopi di Sulawesi Tengah ini juga punya kualitas yang baik,” tutur Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah, Richard Arnaldo, Sabtu (20/2/2021).
Richard Arnaldo menjelaskan, sebelumnya pernah dilaksanakan juga fesival cokelat dan kopi di tahun 2018.
Namun produk unggulan yang dipromosikan adalah cokelat.
"Nah cokelat sudah lumayan dikenal, sekarang kami coba lagi untuk kopi," sebutnya.