Breaking News:

Puasa Ramadhan 2021

Tips Puasa bagi Ibu Hamil agar Sehat dan Aman untuk Bayi, Segera Hubungi Dokter jika Alami Hal Ini

Berikut tips puasa bagi ibu hamil dan menyusui agar sehat dan aman bagi bayi. Perhatikan asupan gizi hingga hubungi dokter jika alami 7 gejala ini.

Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Isti Prasetya
theasianparent.com
Berikut tips puasa bagi ibu hamil dan menyusui agar sehat dan aman bagi bayi. Perhatikan asupan gizi hingga hubungi dokter jika alami 7 gejala ini. 

TRIBUNPALU.COM - Bulan Ramadhan menjadi momen yang selalu dinantikan oleh umat muslim.

Pada bulan Ramadhan, umat muslim akan berlomba untuk meningkatkan amalan sebaik mungkin.

Terlebih pada ibadah puasa, umat muslim akan berusaha untuk menuntaskan ibadah wajib selama 30 hari lamanya.

Namun, ada beberapa kondisi yang diberikan kelonggaran untuk tidak menjalankan puasa, yakni bagi wanita hamil dan menyusui.

Mempertimbangkan kondisi kesehatan ibu dan bayi, wanita hamil dan menyusui diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Mereka dapat mengganti puasa Ramadhan di lain waktu atau melunasi utang puasa dengan membayar fidyah.

Ibu hamil dan menyusui dengan komplikasi tekanan darah tinggi, diabetes, infeksi ginjal, atau pun masalah jantung tidak diperbolehkan berpuasa karena bisa membahayakan kesehatannya.

Baca juga: 5 Manfaat Puasa untuk Ibu Hamil, Mencegah Kolesterol Tinggi hingga Melancarkan Persalinan

Sedangkan, bagi ibu hamil dan menyusui dengan kondisi sehat dan memiliki energi serta nutrisi yang cukup, boleh menjalankan puasa.

Tetapi, perlu diperhatikan usia kehamilan dan durasi berpuasa, di mana di setiap negara memiliki durasi yang berbeda.

Untuk itu, bagi ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk mengetahui apakah kondisinya memungkinkan untuk berpuasa atau tidak.

Namun, secara umum dokter tidak menganjurkan bagi wanita hamil dengan usia kandungan trimester pertama dan ketiga untuk menjalankan puasa.

Lantas bagaimana tips untuk ibu hamil dan menyusui memenuhi syarat untuk berpuasa?

Dikutip dari Khaleej Times via Kompas.com, ada beberapa tips yang dibagikan oleh Spesialis Obstetrik dan Ginekologi di iCare Clinics Dubai, Dr Rashi Gupta:

1. Minum banyak air

Air adalah elemen penting dalam tubuh, sehingga kebutuhan asupan air harus selalu dijaga.

Meminum banyak air putih juga akan menjauhkan dari risiko dehidrasi selama berpuasa.

Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk memperhatikan asupan air selama sahur dan berbuka puasa.

Seperti yang gencar dikampanyekan, minum air 8 gelas sehari bisa membuat tubuh terhidrasi dengan baik saat berpuasa.

Tetapi, jika tidak bisa meminum air putih dalam jumlah banyak, ganti asupan cairan itu dengan susu coklat, air kacang hijau, air jeruk, atau sirop.

"Yang penting adalah banyak cairan masuk ke tubuh. Janin juga memerlukan cairan untuk air ketuban dan pertumbuhannya" jelas Ahli kebinanan RS Cipto Mangunkusumo Dr dr Ichramsjah A Rachman.

Minum segelas susu setiap sahur juga dapat mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui.

Baca juga: Ingin Penuhi Kebutuhan 8 Gelas Air Sehari saat Ramadan? Awali 2 Gelas saat Sahur dan Simak Tips Ini!

2. Sahur dan buka puasa dengan makanan bergizi

Sangat penting bagi ibu hamil dan menyusui untuk memilih makanan sehat saat sahur dan buka puasa.

Disarankan memilih makanan yang mengandung protein, dilengkapi buah-buahan, kurma, dan serat.

Selain itu, hindari berbuka dengan mengonsumsi makanan dan minuman manis yang tinggi gula.

Sebab, kandungan gula dalam makanan tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

Adanya perubahan gula darah yang terlalu cepat dapat menyebabkan rasa pusing hingga pingsan.

Selain mempertimbangkan asupan empat sehat lima sempurna, porsi makan pun juga harus diperhatikan.

Pemerintah telah mengkampanyekan untuk mengonsumsi takaran makan sesuai 'Isi Piringku'.

Jadi tak hanya asal kenyang, tetapi porsi yang sesuai akan asupan gizi terpenuhi dengan baik.

Baca juga: Mitos atau Fakta Ibu Hamil Tidak Boleh Makan Durian karena Sebabkan Tekanan Darah Naik?

3. Hindari aktivitas berlebihan

Dalam kondisi tak berpuasa ibu hamil dan menyusui dianjurkan untuk tidak terlalu letih, apalagi saat berpuasa.

Ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak melakukan aktivitas yang menghabiskan energi.

Seperti berjalan jauh ataupun mengangkat beban berat.

Sebaiknya, ibu hamil dan menyusui memilih aktivitas yang ringan seperti membersihkan rumah secara wajar dan tidak berlebihan.

4. Banyak istirahat dan tidur nyenyak

Selain menghindari aktivitas berat, ibu hamil dan menyusui harus banyak beristirahat jika sudah merasa kelelahan.

Jika tubuh sudah makin lemas, ada baiknya membatalkan puasa dengan berbuka sebelum waktunya tiba.

Tak hanya itu, ibu hamil dan menyusui harus memperhatikan kualitas tidurnya.

Usahakan untuk tidur tak terlalu larut malam dan mencari kenyamanan agar nyenyak.

5. Hubungi dokter jika alami hal berikut

Selain memperhatikan hal-hal tersebut, ibu hamil juga harus menghubungi dokter jika mengalami hal-hal berikut:

  1. Tidak memiliki berat badan yang cukup atau mengalami penurunan berat badan
  2. Merasa sangat haus atau buang air kecil lebih sedikit dari biasanya, dan urin berwarna pekat
  3. Sakit kepala, nyeri, atau demam lainnya
  4. Mual atau muntah
  5. Ada perubahan nyata pada gerakan bayi, seperti bayi tidak bergerak atau menendang
  6. Mengalami nyeri seperti kontraksi
  7. Merasa pusing, lemas, lemah, bingung atau lelah, bahkan setelah beristirahat dengan baik

(TribunPalu.com/Kompas.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved