Mengapa Anak-anak dan Bayi Tak Divaksin? Ternyata Begini Penjelasannya
Ternyata, ada alasan mengapa anak-anak dan bayi tidak termasuk dalam kelompok yang divaksin.
TRIBUNPALU.COM - Anak-anak dan bayi tidak termasuk dalam kelompok yang divaksin dalam program vaksinasi Covid-19 pemerintah yang telah berjalan.
Tentu menjadi sebuah pertanyaan, mengapa anak-anak dan bayi tidak divaksin?
Padahal anak-anak dan bayi merupakan kelompok yang termasuk rentan terhadap virus corona.
Ternyata, ada alasan mengapa anak-anak dan bayi tidak termasuk dalam kelompok yang divaksin.
Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia ( IDAI) Aman B Pulungan, bayi dan anak-anak tidak ikut vaksinasi Covid-19 dikarenakan vaksin Covid-19 untuk anak-anak masih menunggu hasil uji klinis.
Baca juga: Tangis Teddy Syach Pecah di Prosesi Pemakaman Rina Gunawan: Saya Rida, Allah sebagai Saksi
Baca juga: Tanggapi Jokowi Cabut Aturan Legalisasi Miras, Mahfud MD: Pemerintah Tak Alergi Kritik
Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG di 33 Kota Indonesia, Besok Kamis 4 Maret 2021: Hujan Landa 21 Wilayah
" Bayi dan anak-anak tetap perlu dilindungi. Sambil menunggu (vaksin), lengkapi imunisasi anak sesuai rekomendasi," kata Aman dalam keterangan tertulis, Rabu (3/3/2021).
Dalam pemberitaan Kompas.com, para peneliti akan menggunakan 300 sukarelawan anak untuk menguji keefektifan vaksin Oxford/AstraZeneca Covid-19 pada anak-anak berusia antara 6 hingga 17 tahun.
Uji klinis ini akan menilai apakah vaksin yang dikenal sebagai vaksin ChAdOx1 nCoV-19 ini, akan menghasilkan respons imun yang kuat pada anak-anak dalam kelompok usia tersebut.
Baca juga: Wali Kota Palu Sampai Duduk Bersimpuh Minta Doanya, Siapa Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri?
Baca juga: Rabu 3 Maret 2021, Harga Emas Antam Naik Rp 5.000, Cek Rincian Harga Tiap Gramnya di Sini
Baca juga: Keluarga Syok Praka Dedi Gugur saat Ringkus MIT Poso, Kakak: Pagi Masih Video Call, Maghrib Tak Ada
Vaksin Oxford/AstraZeneca adalah satu dari tiga vaksin yang telah disetujui untuk digunakan pada orang dewasa di Inggris, bersama dengan yang dari Pfizer/BioNTech dan Moderna.
“Meskipun sebagian besar anak relatif tidak terpengaruh oleh virus corona dan tidak mungkin menjadi tidak sehat dengan infeksi, penting untuk menetapkan keamanan dan respons kekebalan vaksin pada anak-anak dan remaja karena beberapa anak dapat memperoleh manfaat dari vaksinasi,” kata Andrew Pollard, profesor infeksi dan kekebalan pediatrik, dan kepala penyelidik pada uji coba vaksin Oxford.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Anak-anak dan Bayi Tidak Ikut Vaksinasi Covid-19, Ini Penjelasannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/vaksin-dua-kali.jpg)