Gejolak Partai Demokrat
Kader Demokrat Sumut Marah! Siap Laporkan Kubu Moeldoko ke Polisi Terkait Kasus Penyerangan di SPBU
Ketua DPD Demokrat Sumut Herri Zulkarnain mengungkapkan adanya penyerangan oleh massa ormas yang dituding telah digerakan kubu Moeldoko.
TRIBUNPALU.COM - Ketua DPD Demokrat Sumut Herri Zulkarnain mengungkapkan adanya penyerangan oleh massa ormas yang dituding telah digerakan kubu Moeldoko.
Penyerangan terhadap kelompok Herri Zulkarnain terjadi di SPBU Desa Sukamakmur, Kilometer 54 Sibolangit di hari Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat tandingan berlangsung, Jumat (6/3/2021).
Berdasarkan informasi yang disampaikan Herri Zulkarnain, kubu Moeldoko menggerakkan massa ormas untuk menyerang mereka.
"Kami sangat sesali peristiwa kemarin. Kami pengawas Demokrat itu berhadapan dengan massa ormas yang kita ketahui bersama ini adalah pasukan-pasukan yang dibayar oleh KLB illegal," kata Herri Zulkarnain di Medan, Sabtu (6/3/2021).
Baca juga: Wardah, Anak Santoso Sekaligus Istri DPO MIT Poso Ziarah ke Kubur Khairul
Baca juga: Jhoni Allen Orang Sakti di Demokrat Penggagas KLB, Ternyata Begini Gambaran Kekayaannya
Baca juga: Polisi Buru Komplotan Pencuri Handphone di Palu, Pria di Kelurahan Baru Dicuduk
Dia mengatakan, tuduhan ini bukan tanpa dasar.
Semua orang yang berada di Sibolangit pada Jumat (5/3/2021) pasti melihat segerombolan massa ormas berseragam loreng yang ikut menyerang mereka.
"Kami sangat sesali peristiwa kemarin. Kami pengawas Demokrat itu berhadapan dengan massa ormas yang kita ketahui bersama ini adalah pasukan-pasukan yang dibayar oleh KLB illegal," kata Herri Zulkarnain di Medan, Sabtu (6/3/2021).
Marah karena insiden penyerangan itu, Herri Zulkarnain bersama pengurus DPD Demokrat Sumut akan melaporkan para penyerang ke polisi.
"Kami berencana untuk segera membuat laporan," kata Herri Zulkarnain.
Dalam insiden penyerangan yang berujung bentrokan fisik itu, massa yang dibawa Herri Zulkarnain untuk membubarkan KLB bentukan Jhonny Allen Marbun mengalami luka-luka akibat dihantam menggunakan besi dan benda tumpul.
Tidak hanya itu, massa penyerang juga menginjak-injak kader Partai Demokrat Sumut yang berada di SPBU.
Sayangnya, aparat kepolisian justru mengatakan insiden tersebut hanya kesalahpahaman semata.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi bahkan mengatakan tidak ada korban jiwa dalam bentrokan fisik itu.
"Kami mau aksi damai, dan kami resmi sebagai pemilik dari Partai Demokrat. Apalagi kader Demokrat, ini masalah marwah, tetapi kami dilayani pakai batu dan kayu-kayu sehingga ada yang terluka. Dan juga pihak yang berwajib membiarkan keadaan seperti yang kita ketahui bersama," kata Herri Zulkarnain.
Terkait KLB yang berujung pada pemilihan dan penunjukan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, Herri Zulkarnain dengan tegas menolak keputusan itu.
Baca juga: Beda Pendapat Mahfud MD dan Annisa Pohan soal Kudeta Partai Demokrat, Pemerintah Tanggung Jawab?
Baca juga: Sindir Elektabilitas Moeldoko, Andi Mallarangeng: Cuma Nol Koma
Baca juga: Efek KLB di Deli Serdang, DPD Demokrat Sulteng Usulkan Pemecatan 14 Nama Ini
Kata Herri Zulkarnain, Ketua Umum Partai Demokrat masih Agus Harimurti Yudhoyono.
Dia pun mengatakan kubu Moeldoko ini sempat bagi-bagi uang, pascapelaksanaan KLB.
Bahkan, Herri Zulkarnain menyebut massa bayaran yang tertangkap kamera sebagian besar masih dibawah umur.
Kendati demikian, polisi enggan menindaklanjuti kisruh KLB ini.
Polda Sumut sendiri mengklaim bahwa KLB Demokrat adalah internal partai yang tidak bisa disampuri, walaupun fakta di lapangan terjadi bentrokan fisik antar sesama kubu yang mengklaim dirinya kader Partai Demokrat. (jun-tribun-medan.com)
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Kubu Moeldoko Dituding Gerakkan Massa Ormas Serang Kader DPD Demokrat Sumut, Herri Akan Lapor Polisi