Breaking News:

Kabupaten Parigi Moutong

Potensi Tambak di Parimo Lebih dari 10 Ribu Hektare, Kapusdik KP: Ini Angka yang Menakjubkan

Bambang Suprakto mengatakan, potensi lahan tambak di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) lebih dari 10 ribu hektare.

handover
Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan (Kapusdik KP) Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Bambang Suprakto. 

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan (Kapusdik KP) Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Bambang Suprakto mengatakan, potensi lahan tambak di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) lebih dari 10 ribu hektare.

"Tambak di Parigi Moutong lebih dari 10 ribu hektar, dan ini angka yang sangat menajubkan," kata Bambang Suprakto saat meresmikan kelas pendidikan Vokasi Rintisan Akademi Kominitas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Parigi Moutong baru baru ini di Mosing Beach (8/3/2021).

Bambang Suprakto terkesima dengan panjang garis pantai Kabupaten Parigi Moutong yang mencapai 472 kilo meter.

Baca juga: Jelang Ramadhan Ungu Akan Keluarkan Album Baru dan Kolab dengan Lesti Kejora, Pasha Pernah Diragukan

Baca juga: Digunakan untuk Tekan Penyebaran Covid-19 di Palu, Apa Itu Aplikasi Sisugi? Ini Penjelasannya

Baca juga: Pemerintah akan Adil Soal Kisruh Demokrat, Menkumham: Tolong Pak SBY Jangan Tuding-tuding Pemerintah

Garis pantai tersebut membentang dari Maleali Kecamatan Sausu hingga Sijoli Kecamatan Moutong.

"Parigi Moutong salah satu potensi laut. Ini potensi cukup luar biasa dengan garis pantainya 472 kilo meter," ucapnya.

Olehnya kata Kapusdik KP, adanya kelas vokasi Akademi Komunitas KP di Parimo yang terus diperjuangkan bisa mencapai Politeknik KP, maka taruna taruni yang dididik bisa menjadi orang orang profesional dan berkompoten.

Karena kata ia, belajar budidaya tambak intensif itu adalah hal terpenting, bagaimana nantinya taruna taruni setelah tamat bisa berwirausaha dan dapat berkelanjutan.

Baca juga: Diterima Kartu Prakerja Gelombang 13? Ini yang Harus Dilakukan: Cek Dana hingga Pilih Pelatihan

Baca juga: Hari Terakhir Pasar Murah, Emak-emak di Palu Berburu Telur Ayam

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Kamis, 11 Maret 2021: Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di 23 Wilayah Indonesia

"Anak anak inilah yang kita didik dan kita latih menjadi orang orang profesional. Orang orang yang kompoten. Berwirausaha Tambak bukan hanya 5 tahun tapi lebih dari itu. 3 tahun saja sudah kembali modal," katanya.

Bambang Suprakto juga berharap, bisnis usaha tambak yang dibangun para investor bukan hanya 3 tahun atau 5 tahun, tetapi bagaimana usaha tersebut lebih dari 10 tahun.

"Harapan kita seperti itu, dan tentu konsep kita menjadi strategis dan anak anak kita menjadi terdidik dan terlatih. Harapan kita juga anak anak kita jangan jadi penonton, karena berivestasi di tambak intensif itu besar dan mahal. Tetapi kalau ini koperatif, itu semua bisa dijalankan dengan baik," tandasnya.(*)

Penulis: Nur Saleha
Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved