Breaking News:

Gejolak Partai Demokrat

Mahfud MD Sebut Jokowi 'Happy-happy' Saja Soal Kisruh Demokrat, Pengamat Politik: Mengherankan

Menkopolhukam Mahfud MD menyebut bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersikap 'happy-happy' saja dalam menanggapi kisruh di Partai Demokrat.

Penulis: Haqir Muhakir | Editor: Muh Ruliansyah
Kompas.com/Kristanto Poernomo
Mahfud MD 

TRIBUNPALU.COM - Menkopolhukam Mahfud MD menyebut bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersikap 'happy-happy' saja dalam menanggapi kisruh di Partai Demokrat.

Namun Mahfud MD juga menjelaskan bahwa memang Jokowi sempat kaget dengan keterlibatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat tandingan di Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Tetapi kalau saya melihat kesan presiden ya happy-happy saja tuh. Artinya dia kaget betul ketika tahu bahwa Pak Moeldoko ikut, tetapi beliau tidak merasa bahwa 'wah ini merusak anu ini' gak, diam aja tuh. Tapi dia kaget betul," kata Mahfud MD dalam video di chanel YouTube Najwa Shihab, Kamis (11/3/2021).

Baca juga: Aprilia Manganang Dipastikan Berjenis Kelamin Laki-Laki, Menpora : Saya Kaget. Kok Bisa Ya?

Baca juga: 6 Pemain MU Dicoret Jelang Hadapi AC Milan, Begini Prediksi Formasi Ole Gunnar Solskjaer

Baca juga: Lowongan Kerja BUMN Bank Mandiri, Dibuka untuk Lulusan D3-S1, Ini Cara Mendaftarnya

Pengamat politik President University Muhammad A.S Hikam menanggapi pernyataan Mahfud MD tersebut.

Berbeda dengan Mahfud MD, Muhammad A.S Hikam justru merasa Jokowi sedih dengan langkah yang diambil Moeldoko, yakni bersedia menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB.

"Dan saya yakin tidak benar kalau Pak Jokowi santai-santai saja. Saya malah meyakini beliau itu sedih dengan cara kerja menteri-menterinya, kabinetnya yang kayak begini. Karena apa, kalau negara itu dianggap menurun indeks demokrasinya memang betul bukan hanya pemerintah saja, tetapi representasi dari negara itu adalah pemerintah," katanya.

Muhammad A.S Hikam juga yakin bahwa Jokowi tidak bersikap santai dengan kisruh yang terjadi di Partai Demokrat.

Menurutnya, Jokowi justru memiliki kepekaan dalam menanggapi perstiwa seperti kudeta yang dilakukan KLB Moeldoko terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Baca juga: Fadli Zon Tegas Tolak Kebijakan Impor Beras: Merusak Petani dan Berdampak pada Turunnya Harga Gabah

Baca juga: Cerita 19 Tahun Kerja di Imigrasi, Kasi TIKIM: Kuliner Khas Daerah Jadi Pengalaman Saya Juga

Baca juga: Soal Bagi-bagi Uang di KLB, Darmizal: Waktu Kongres SBY Itu Juga Terjadi dan Saya Aktornya

"Kalau kemudian dikatakan bahwa presidennya santai-santai saja dengan peristiwa seperti KLB ini, berarti tidak ada semacam sense of crisis. Dan saya yakin Pak Jokowi orang yang sangat peka terhadap krisis-krisis yang ada di negara ini," jelasnya.

Oleh karena itu Muhammad A.S Hikam merasa heran dengan statmen yang dikeluarkan Mahfud MD.

Baginya, apa yang disampaikan Mahfud MD justru semakin menjelaskan bahwa ada sesuatu yang salah.

"Jadi saya sangat heran dengan statmen Pak Mahfud, with all due respect. Menurut saya beliau mungkin karena ingin menunjukan bahwa situasi is under control. Tapi justru akan menambah semacam citra bagi publik bahwa ada something wrong," ujarnya(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved