Kemenkumham Sulteng

Pahami Pendaftaran HKI, Kemenkumham Sulteng Ungkapkan Keuntungannya

Pentingnya mendaftakan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi masyarakat yang memiliki karya atau kekayaan alam maupun prodak lainnya.

Penulis: Nur Saleha | Editor: Kristina Natalia
TRIBUNPALU.COM/ELA
Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng Lilik Sujandi 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, PALU- Pentingnya mendaftakan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi masyarakat yang memiliki karya atau kekayaan alam maupun prodak lainnya.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Lilik Sujandi, kekayaan intelektual adalah layanan eksklusif.

Artinya adalah pelayanan diberikan kepada perorangan, lembaga, atau kelompok masyarakat yang telah dilindungi oleh negara terkait hak ciptanya.

"Nah ini perlu diberikan supaya hak ciptanya ini mendapatkan perlindungan yang semestinya, sehingga tidak diakui oleh pihak lain atau direkrut oleh pihak lain baik meliputi karya personal karya komunal atau karya kekayaan alam dan sebagainya dalam bentuk produk daerah atau tulisan tulisan," jelas Lilik saat talk show bersama TribunPalu.com, Senin (15/3/2021).

Baca juga: Rektor Mahfudz Lantik 3 Dekan di Universitas Tadulako, Ini Daftar Namanya

Baca juga: Pemkot Palu Umumkan Penerima Dana Stimulan Tahap 3, BPBD: Segera Diasesmen

Baca juga: Kegunaan dan Efek Samping Vaksin Sinovac dan AstraZeneca Hampir Sama, Ini Penjelasan BPOM Palu

Lilik juga mengatakan, semua karya harus dilindungi agar pemilik dari pada hak itu tidak diakui oleh orang lain.

"Misalnya kalau hak memiliki nilai ekonomi sehingga nilai investasinya tidak bisa serta-merta masyarakat mengambil tanpa ada perizinan dari pihak pencipta," katanya.

Lilik akui perlindungan HKI perlu dikembangkan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat,  sehingga dalam suatu wilayah tidak ada penguasaan pihak lain terkait HKI atau produk masyarakat itu sendiri.

Baca juga: Hadianto Rasyid Terima Kunjungan Wali Kota Singkawang, Diskusi Program Prioritas

Baca juga: Efek Samping Vaksin Dikabarkan Lebih Banyak Dialami Perempuan, BPOM: Tidak Ada Keterkaitan Gender

"Nah itu jadi tidak menguntungkan masyarakat yang memiliki kekayaan misalnya kekayaan alam yang sudah diakui sebagai edifice geografis," ucap Lilik.

Ia berharap masyarakat bisa memahami pentingnya HKI.

"Jadi saya kira masyarakat harus memahami betul pentingnya mendaftarkan kekayaan intelektual, ini tidak saja mendapat perlindungan tapi juga pengembangan nilai ekonomi yang sifatnya investasi," tutup Lilik. (*)

Sumber: Tribun Palu
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved