Breaking News:

Fadjroel Rachman Tegaskan Jokowi Tak Minat Perpanjang Masa Jabatan 3 Periode: Sudah Sumpah Alquran

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak berminat memperpanjang masa jabatannya menjadi tiga periode.

Tribunnews/JEPRIMA
Presiden Joko Widodo saat mengucapkan sumpah jabatan pada acara Sidang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Masa Jabatan 2019-2024 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak berminat memperpanjang masa jabatannya menjadi tiga periode.

Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan Fadjroel Rachman dalam tayangan iNews, Senin (15/3/2021).

Diketahui Jokowi menyatakan tidak akan menerima masa jabatannya sebagai presiden diperpanjang.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menegasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak berminat memperpanjang masa jabatannya menjadi tiga periode, Senin (15/3/2021).
Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menegasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak berminat memperpanjang masa jabatannya menjadi tiga periode, Senin (15/3/2021). (Capture YouTube iNews)

Baca juga: Amien Rais Curiga, Jokowi Bantah Wacana Presiden 3 Periode: Jangan Membuat Kegaduhan

Baca juga: Bantah Tudingan Amien Rais, Jokowi : Saya Tidak Ada Niat dan Tidak Berminat Jadi Presiden 3 Periode

Menyetujui hal itu, Fadjroel mengingatkan sang kepala negara sudah bersumpah pada saat pelantikan.

Selain itu, ia menilai Jokowi sudah memegang sumpahnya sampai saat ini.

"Sebenarnya sudah cukup apa yang disampaikan presiden dua tahun yang lalu," kata Fadjroel Rachman.

"Sampai hari ini presiden tetap setia, tetap memegang teguh apa yang Beliau nyatakan," lanjutnya.

Ia membacakan isi sumpah yang dinyatakan presiden saat pelantikan, yakni memegang teguh Undang-undang Dasar 1945.

"Itu merupakan sumpah presiden. Dinyatakan 'Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya sesuai dengan Undang-undang Dasar'," papar Fadjroel.

Ia menilai sumpah tersebut tidak perlu dinyatakan kembali karena sifatnya mengikat.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved