Malam-malam Ratusan Mahasiswa Geruduk Kantor Demokrat, Ngaku Tak Terima dengan Ucapan AHY
Malam-malam ratusan mahasiswa tiba-tiba menggeruduk Kantor Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2021).
TRIBUNPALU.COM - Malam-malam ratusan mahasiswa tiba-tiba menggeruduk Kantor Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2021).
Ratusan mahasiwa itu mengaku ingin bertemu Ketua Umum Partai Demorkrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Mereka tidak terima dengan ucapan AHY yang menyeret nama mahasiswa dalam konflik di Partai Demokrat.
Mereka terus bertahan hingga larut malam di depan kantor pusat Partai Demokrat.
Ratusan orang itu bubar setelah pasukan Brimob bersenjata dikerahkan ke lokasi.
Pasukan Brimob bersenjata itu dikerahkan karena massa menggelar demonstrasi tanpa izin dan berpotensi melanggar protokol kesehatan pandemi COVID-19.
Baca juga: 658 Personel Polri Siap Amankan Sidang, HRS Ogah Bicara Kalau Hanya Lewat Zoom
Baca juga: Andi Mallarangeng Akui Kisruh KLB Partai Demokrat Jadi Berkah Terselubung Buat Partai
Baca juga: Update Klasemen Liga Inggris: Man City Terdepan di Perburuan Juara, Persaingan Zona Eropa Memanas
"Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, mereka melanggar karena pelaksanaannya pada malam hari, apalagi saat ini ada Covid-19," kata Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Pol Hengki Haryadi saat ditemui di lokasi, Senin malam.
Kapolres mengingatkan massa bahwa seluruh masalah dapat diselesaikan menggunakan prosedur yang berlaku.
Sekitar 30 orang yang mengatasnamakan diri sebagai perwakilan mahasiswa menggelar demonstrasi di depan DPP Partai Demokrat itu sejak pukul 18.30 WIB.
Mereka membubarkan pada pukul 20.30 WIB.
Massa menuntut Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono untuk mengklarifikasi pernyataannya tentang dukungan dari kelompok mahasiswa terhadap partai tersebut.
Menurut massa, mahasiswa tidak seharusnya dilibatkan dalam kisruh partai politik.
Akibat demo itu, pagar kantor pusat partai ditutup dan dijaga ketat oleh petugas setempat.
Sementara itu, sekitar puluhan polisi juga berjaga mengawal aksi massa dan memastikan arus lalu lintas tidak terganggu.
Sebelumnya, Tribunnews memberitakan mahasiswa sempat menolak membubarkan diri saat diimbau oleh polisi.
Baca juga: Fakta-fakta Video Asusila Parakan 01: Kedua Pelaku Masih Pelajar, Kini Alami Trauma
Baca juga: Anton Medan Sering Panggil Nama Ahok Sebelum Meninggal, Begini Kisah Pertemuan Terakhir Keduanya
Baca juga: Cerita di Balik Keputusan AHY Kubur Mimpi di Militer, Ada Permintaan Demokrat dan Partai Koalisi