Wacana Presiden Tiga Periode
Jokowi Tidak Berminat Jadi Presiden Tiga Periode, Haris Azhar: Statement Pagi, Sorenya Berubah
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membantah adanya wacana dari pemerintah untuk mengubah peraturan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.
Penulis: Haqir Muhakir |
Hal itu baginya akan mempengaruhi perekonomian di Indonesia.
"Saya itu mengatakan bahwa dua periode itu kurang, itu ada dasarnya. Pertama dulu itu saya berpikir dari sisi ekonominya. Artinya, saya gak tau deh dulu anggota-anggota MPR yang buat dua periode itu mikir gak sih kalau dua periode diterapkan di Indonesia dengan keadaan landscape politik yang berbeda dengan Amerika, budaya politik yang berbeda, punya dampak terhadap perekonomian di Indonesia," kata Arief dilasir dari chanel YouTube Mata Najwa, Kamis (18/3/2021).
Arief menambahkan bahwa peraturan presiden 3 periode adalah hasil tiruan dengan sistem di Amerika yang tidak sesuai dengan Indonesia.
"Bahwa dua periode yang kita copy paste itu kan lebih mendekat ke konstitusinya Amerika. Artinya Amerika cuma dua partai, dan Indonesia itu partainya berkarung-karung."
"Artinya kan tidak ada stabilitas di dalam kepemimpinan nasional. Artinya waktu 10 tahun itu sangat kurang. Makanya kenapa selama reformasi itu yang terjadi bukan industrialisasi tapi deidustrialisasi," katanya.
Dampak peraturan presiden dua periode menurut Arief membuat investor takut melakukan investasi jangka panjang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/haris-azhar.jpg)