Wacana Presiden Tiga Periode

Jokowi Tidak Berminat Jadi Presiden Tiga Periode, Haris Azhar: Statement Pagi, Sorenya Berubah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membantah adanya wacana dari pemerintah untuk mengubah peraturan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Penulis: Haqir Muhakir |
KOMPAS.com/Devina Halim
Haris Azhar 

TRIBUNPALU.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membantah adanya wacana dari pemerintah untuk mengubah peraturan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Jokowi dengan tegas mengatakan tidak ada niat dan tidak berminat menjadi presiden tiga periode.

“Saya sama sekali tidak memiliki niat, juga tidak berminat untuk menjadi presiden tiga periode,” tegas Jokowi.

Namun pernyataan Jokowi tersebut diragukan oleh Haris Azhar selaku Direktur Eksekutif Kantor Hukum Lokataru.

Menurutnya, pernyataan Jokowi sering kali berubah-ubah selayaknya cuaca.

Baca juga: Ikuti Vaksinasi Tahap Dua, Hadianto Rasyid Dicecar 14 Pertanyaan

Baca juga: The Commission, Organisasi Kriminal Dunia yang Mengatur Mafia di Amerika

Baca juga: Fakta-fakta Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021: Kronologi hingga Penjelasan BWF

“Problemnya statement kadang sering berbeda dengan cuaca. Jadi statement pagi hari, sorenya berubah,” kata Haris Azhar dilansir dari chanel YouTube Najwa Shihab, Kamis (18/3/2021).

Hariz Azhar menambahkan jika saat ini Jokowi menyatakan tidak berminat, tetapi mungkin ke depannya justru akan ada proses menuju amandemen.

“Kemudian juga ada masalah soal, memang Pak Jokowi tidak berminat, tetapi nanti persoalannya kemudian ada satu proses yang bergulir yang kemudian mengamandemen, lalu melekatkan harus ada GBHN, GBHN itu harus jangka panjang. Lalu kita juga dengar bisik-bisik sudah mulai ramai soal agenda sampai 2045,” jelasnya.

Lebih lanjut, Haris Azhar mengatakan bahwa bisa jadi situasi akan berubah akibat suatu proses politik.

Dirinya mencontohkan, jika saat ini Jokowi menolak wacana tiga periode, tetapi nantinya justru didaulat.

“Jadi ada yang gak sinkron antara pernyataan presiden dengan proses politik yang terjadi, yang kemudian bahkan dia juga nanti tetap menolak, tapi tetap didaulat. Ada situasi yang seperti itu."

“Artinya Pak Jokowi harus paham bahwa ini dia bukan seorang diri, tetapi mereseprentasikan atau dia ada di dalam satu kelembagaan, namanya lembaga kepresidenan,” katanya.

Sementara itu politikus Partai Gerindra Arie Poyuono adalah salah satu yang setuju dengan wacana presiden tiga periode.

Baca juga: Hasil Riset WHO: Mutasi Varian Baru Covid-19 Tak Berdampak Negatif pada Keampuhan Vaksin

Baca juga: Polisi Tangkap Bandar Togel di Palu Beserta 40 Buku Ramalannya

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Indonesia Besok, Jumat 19 Maret 2021: 8 Wilayah Hujan Sedang dan Petir

Diketahui, sejak tahun 2019 Arief menyatakan bahwa masa jabatan presiden di Indonesia harus tiga periode atau bahkan lebih.

Menurut Arief, peraturan presiden dua periode tidak cocok dengan landscape politik di Indonesia.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved