Aji Santoso Ungkap Satu Kunci Perubahan yang Buat Persebaya Bisa Kalahkan Persik dengan 10 Pemain

Aji mengaku dirinya sedikit mengubah posisi Ady Setiawan dari gelandang menjadi bek dan strategi ini terbukti bisa mematahkan serangan Persik Kediri

Dok. Persebaya.id
Aji Santoso resmi menjadi pelatih Persebaya di Shopee Liga 1 2019 sejak Kamis (31/10/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Persebaya menang atas Persik dengan skor 2-1 pada laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu, (23/3/2021).

Menariknya, drama penalti terjadi menjadi topik utama dalam laga yang memertemukan dua klub besar dari Jawa Timur ini.

Tiga gol terjadi, semuanya tercipta dari titik putih. Persik unggul lebih dulu lewat eksekusi Andri Ibo menit 63, empat menit berselang giliran Samsul Arif menyamakan kedudukan.

Hadiah penalti kembali diberikan wasit untuk Bajul Ijo, Samsul sukses menunaikan tugasnya hingga membawa Persebaya menang 2-1.

Pada babak pertama, Persik Kediri mendapatkan kesempatan untuk memulai kick-off.

Persik Kediri sejak babak pertama sudah mengambil inisiatif serangan namun hanya bertahan selama satu menit.

Baca juga: PS Sleman Kalah seusai Unggul di Babak Pertama, Dejan Antonic Akui Pemain Kurang Bugar

Baca juga: Hasil Piala Menpora 2021,Selasa (23/3/2021): Comeback Warnai Kemenangan Madura United dan Persebaya

Sebab Persebaya berhasil merebut penguasaan bola Madura United di menit selanjutnya.

Selanjutnya pertandingan berjalan seimbang, baik Persebaya maupun Persik Kediri saling melempar serangan.

Persebaya harus kehilangan satu pemainnya pada menit ke-35 setelah Rizky Ridho mendapatkan kartu kuning kedua.

Menariknya, Bajul Ijo justru mengakhiri pertandingan ini dengan kemenangan meskipun bermain dengan 10 orang.

Menanggapi kemenangan meskipun tampil dengan minus 1 pemain, Aji Santoso pun mengungkapkan rahasia kenapa timnya masih bisa tampil apik.

Ia menginstruksikan anak-anak asuhnya tetap bermain normal dan tenang ketika Rizky Rido diusir wasit di babak pertama.

Aji juga mengaku dirinya sedikit mengubah posisi Ady Setiawan dari gelandang menjadi bek dan strategi ini terbukti bisa mematahkan beberapa serangan Persik Kediri.

"Ketika Rizky Ridho mendapatkan kartu merah saya menarik ke belakang posisi Ady yang sebelumnya kami menggunakan 4-2-3-1 menjadi 4-4-1, saya sampaikan kepada anak-anak agar lebih tenang, saya sampaikan ke pemain jangan terlalu nervous meski kita kalah orang," terang Aji dalam jumpa pers via daring seperti yang dikutip Tribunpalu.com dari laman ofisial PT LIB.

Baca juga: Sidang Offline HRS Dicabut Bila Ada Pelanggaran Prokes, Pakar HTN: Barter yang Tidak Pada Tempatnya

Dengan materi banyak pemain muda, Aji tahu apa yang harus dilakukannya di ruang ganti.

Pemainnya tak boleh kehilangan semangat, pantang menyerah, walau posisi sedikit tak diuntungkan dengan kalah jumlah pemain.

Persebaya di babak kedua justru mampu mengambil penguasaan bola, walau sempat tertinggal gol mereka bisa membalikkan keadaan.

"Setelah babak pertama masuk ruang ganti saya memberi instruksi kepada pemain untuk tenang dan bermain dengan ciri Persebaya satu-dua sentuhan bola bawa, terbukti di babak kedua dengan 10 pemain kami justru menguasai jalannya pertandingan," ulasnya.

Aji memuji penampilan pemain mudanya, mereka disebut-sebut sebagai generasi emas, masa depan Persebaya. Ia ingin pemainnya tetap rendah hati, kerja keras, dan disiplin guna meraih prestasi demi lambang di dada Persebaya Surabaya.

"Sebelum turnamen Piala Menpora diputar, saya mengatakan saya akan memberikan jam terbang pada pemain muda, ada Supriadi main, Akbar (Firmansyah), ini pemain-pemain muda yang menurut saya punya masa depan cukup bagus, tetapi harus tetap disiplin dan kerja keras, saya katakan kepada semua pemain harus semua kerja keras untuk meraih prestasi," pesannya.

(Tribunpalu.com)

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved