Kilang Minyak Balongan Terbakar
Tanggapi Kebakaran Kilang Minyak di Balongan, Greenpeace: Pertamina Harus Lakukan Mitigasi Mendalam
Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak tekankan ke Pertamina untuk memikirkan lebih dalam terkait insiden yang menimpanya.
“Berkaca pada kerugian di berbagai kejadian sebelumnya, tentunya kita tidak ingin deretan bencana yang ditimbulkan oleh sektor industri ekstraktif (minyak bumi, batu bara) ini terus berlanjut. Ketergantungan kita terhadap energi ekstraktif harus segera dipangkas," kata Leonard dikutip dari laman Tribunnews.com.
Baca juga: Kesaksian Warga Dekat Kilang Minyak Balongan: Cium Bau Sangit, Langsung Kabur Lihat Api Sudah Besar
• Update Kebakaran Kilang Minyak Pertamina Balongan: 15 Luka Ringan, 5 Luka Berat, 3 Masih Hilang
Bauran energi nasional harus memberikan porsi terbesar bagi energi terbaru, seperti surya dan bayu (angin).
Strategi Jangka Panjang Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim (LTS-LCCR) Indonesia harus memberikan arah kebijakan konkrit untuk mewujudkan bauran energi tersebut.
Menurut Leonard, tak hanya pihak Pertamina saja yang memikirkan hal tersebut, tetapi juga pemerintah yang harus lebih berambisi dalam revisi penurunantarget emisi.
"Pemerintah harus melakukan revisi target penurunan emisi ke arah yang lebih ambisius," ujar Leonard.
"Bila hanya keuntungan semata yang diprioritaskan, maka keberlangsungan alam dan kehidupan manusia akan rusak," tutupnya.
Greenpeace meminta agar menetapkan peraturan yang lebih ketat untuk industri perminyakan di Indonesia.
(TribunPalu.com/Hakim)