Breaking News:

Gejolak Partai Demokrat

Kini Berseteru, Dulu Moeldoko Pernah Usulkan Gelar Jenderal Besar TNI untuk SBY, Tapi Ditolak

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono kini terlibat konflik perebutan kekuasaan di Partai Demokrat.

handover/tribunnews
Presiden SBY memberi ucapan selamat usai lantik Jenderal Moeldoko sebagai Panglima TNI pada 30 Agustus 2013. 

TRIBUNPALU.COM - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kini terlibat konflik perebutan kekuasaan di Partai Demokrat.

Padahal, keduanya sempat memiliki hubungan baik ketika SBY masih menjabat Presiden RI.

Ketika itu SBY mengangkat Moeldoko sebagai Panglima TNI menggantikan Agus Suhartono.

Bahkan sebelumnya, SBY pula yang menunjuk Moeldoko untuk menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Penunjukan Moeldoko sebagai KSAD dan Panglima TNI juga membuat hubungannya dengan SBY kian harmonis.

Bahkan saat menjabat Panglima TNI, Moeldoko pernah mengusulkan SBY mendapatkan anugerah Jenderal Besar TNI seperti Presiden Soeharto, Jenderal AH Nasution, dan Panglima Besar Soedirman.

Baca juga: Kunjungan Kerja di Banggai, Longki Djanggola Dijadwalkan Buka Rakor Perindustrian dan Perdagangan

Baca juga: JK Diprediksi Bakal Beraksi untuk Menangkan Anies Baswedan di Pilpres 2024

Baca juga: Bocoran Pengumuman Kartu Prakerja Gelombang 16: Cara Cek Lolos atau Tidak, Ini Tanda Jika Lolos

Ia menilai SBY layak mendapatkan gelar tersebut lantaran semangatnya yang besar dalam memodernisasi dan mereformasi TNI.

“Semangat yang kuat dari Bapak Presiden membangun kekuatan TNI yang andal, kami bersepakat tidak salah kiranya kalau Jenderal Purnawirawan Susilo Bambang Yudhoyono mendapatkan anugerah Jenderal Besar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),” kata Moeldoko sebagaimana dikutip dari Kontan.co.id pada 9 Januari 2014.

Namun SBY menolak usulan Moeldoko tersebut.

SBY merasa apa yang dilakukannya dalam memodernisasi alat utama sitem pertahanan (alutsista) TNI merupakan tanggung jawab sebagai Kepala Negara.

Halaman
12
Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved