Breaking News:

Bom Meledak di Makassar

Pengamat Untad Nilai Aksi Bom Bunuh Diri di Makassar Sudah Terencana Matang

Pengamat Komunikasi Universitas Tadulako Prof Muhammad Khairil menilai aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar sudah terencana matang.

Handover
Pengamat Komunikasi Universitas Tadulako, Prof Muhammad Khairil 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pengamat Komunikasi Universitas Tadulako (Untad), Prof Muhammad Khairil menilai aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar sudah direncanakan. 

Menurut Prof Muhammad Khairil, aksi bom bunuh diri acapkali digerakkan oleh jaringan tertentu. 

Dari kronologi dan rekaman video di lokasi kejadian, ia mengungkapkan upaya aksi itu sudah matang direncanakan. 

"Ini bukan peristiwa spontan apalagi tidak disengaja, tetapi sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Saya melihat pelaku teror di Makassar ini tidak terlepas dari jaringan terorisme di Indonesia," ujar Prof Khairil, Selasa (30/3/2021) sore.

Ia menuturkan, aksi teror semacam ini selalu menyergap secara acak dan tak terduga. 

Baca juga: Tumpukan Sampah Penuhi Selokan, Lurah Duyu: Begini Tidak Elok

Baca juga: MUI Banggai Kecam Insiden Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

Baca juga: Pengacara Teddy Kecewa Rizky Febian Tak Beri Uang Rp 500 Juta yang Diminta Kliennya: Iky Bohong

Menurutnya, kelompok teroris kerap memanfaatkan 'kesibukan' masyarakat terhadap hal-hal lain sehingga lengah terhadapnya. 

Saat terorisme diyakini telah berhasil dibekuk, mereka tiba-tiba muncul mengusik ketenangan untuk mendapatkan kembali kekuasaannya.

"Kasus terorisme termasuk pengeboman akan selalu menjadi 'bom waktu'. Apabila kita mulai lalai, maka di situlah potensi serangan kelompok teroris kembali muncul," jelas Prof Khairil. 

Meski begitu, ia mengaku tidak ingin terburu-buru menyimpulkan alasan pelaku menyasar Gereja Katedral Makassar

Alumni Universitas Padjajaran itu juga mengimbau masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap perilaku mencurigakan dari orang-orang tertentu.

"Kita semua harus menunggu hasil penyidikan aparat terkait motif di balik bom bunuh diri ini. Saling menahan diri untuk tidak mudah mengambil kesimpulan," ucap Prof Khairil. (*) 

Penulis: fandy ahmat
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved