Breaking News:

Sidang Habib Rizieq Shihab

Kutipan Hadis Jaksa Dinilai Justru Bisa Digunakan untuk Membela Habib Rizieq Shihab

JPU mengutip hadis Nabi Muhammad SAW ketika menanggapi nota keberatan atau eksepsi Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam sidang di PN Jakarta Timur.

YouTube Kompastv
Suasana sidang perdana virtual Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq, Selasa (16/3/2021). Rizieq meminta dirinya dihadirkan langsung ke ruang sidang karena mengalami banyak masalah saat sidang online. 

TRIBUNPALU.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengutip hadis Nabi Muhammad SAW ketika menanggapi nota keberatan atau eksepsi Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam sidang di PN Jakarta Timur, Selasa (30/2/2021).

Adapun hadis yang dikutip jaksa tentang hukum berkeadilan atau tidak tebang pilih.

Namun menurut pengamat politik Refly Harun, hadis yang dikutip jaksa malah menjadi pembela bagi HRS.

Pasalnya hadis tersebut sesuai dengan eksepsi HRS, yaitu dirinya merasa diperlakukan diskriminatif terkait pelanggaran protokol kesehatan.

Baca juga: Khatam 30 Juz Alquran Selama Ramadhan 1442 H, Berikut Tips serta Penjelasannya

Baca juga: Viral Rumput Fatimah untuk Persalinan, Apa Itu Rumput Fatimah? Ini Kata Dokter Soal Penggunaannya

Baca juga: CVR Black Box Sriwijaya Air SJ 182 Ditemukan, Apa Itu CVR? Ini Fungsinya dalam Dunia Penerbangan

Dalam eksepsinya, HRS memang sempat menyinggung nama Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, hingga Bobby Nasution yang menurutnya juga melakukan pelanggaran protokol kesehatan namun tidak dihukum.

"Justru kalau kita lihat yang dipersoalkan Habib Rizieq itu adalah perlakuan diskriminatif terhadap dirinya. Karena eksepsinya begitu." 

"Jadi eksepsinya itu dia mengatakan kok cuma dia yang diproses dalam pelanggaran protokol kesehatan. Kenapa Presiden Jokowi tidak, kenapa Gibran Rakabuming tidak, kenapa Bobby Nasution tidak, mengapa ulama yang dekat dengan istana yang sering mengadakan pengajian juga tidak," kata Refly Harun dilansir dari chanel YouTube Refly Harun, Rabu (31/3/2021).

Lebih lanjut Refly Harun mengatakan tidak tepat bila jaksa mengutip hadis tentang hukum berkeadilan.

Baca juga: Bom Meledak di Makassar, PMII Cabang Palu: Polisi Harus Usut Tuntas

Baca juga: Digunakan Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu Mendeteksi Covid-19, Apa Itu Metode GeNose C19?

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini: Turun Rp 8.000, Simak Daftar Harga Lengkapnya, Mulai Pecahan 0,5 Gram

Karena menurut Refly, justru selama kasus ini bergulir HRS yang paling sering mendapat perlakukan diskriminatif.

Refly juga menyinggung soal HRS telah ditahan selama tiga bulan untuk kasus yang menurutnya juga banyak dilakukan warga negara Indonesia lainnya.

"Hadis yang digunakan tersebut justru harusnya dipakai untuk membela Habib Rizieq."

"Jadi jaksa menggunakan hadis yang justru harusnya membela Habib Rizieq yang diperlakukan tidak adil, diskriminatif, tidak sama dengan warga negara lainnya. Karena warga negara lainnya juga melakukan pelanggaran protokol kesehatan. Tapi hanya dia satu-satunya yang dikenai proses tidak pidana, bahkan sudah ditahan selama lebih dari tiga bulan," tutur Refly.

Diberitakan sebelumnya, dalam sidang lanjutan HRS yang digelar di PN Jakarta Timur, Selasa (30/3/2021), jaksa menguti sebuah hadis.

"Jaksa Penuntut Umum (JPU) terketuk hati meminjam sebagai kutipan di saat Rasulullah SAW mengumpulkan para sahabatnya yang bersabda, yang artinya 'sesungguhnya telah binasa umat sebelum kamu lantaran jika di tengah mereka ada seorang, atau yang dianggap mulia atau terhormat, mencuri atau dibiarkan, tapi jika ada di tengah mereka seorang lemah atau rakyat biasa mencuri, maka ditegakkan atasnya hukum, demi Allah, jika Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya'. Dari sabda Rasulullah SAW tersebut, jaksa penuntut umum memaknai siapa pun yang bersalah, hukum tetap ditegakkan, sebagaimana adidium hukum berbunyi fiat justitia et pereat mundus, dengan menegakkan nilai-nilai keadilan sebagaimana suri tauladan, Rasulullah SAW sekalipun Fatimah merupakan putri, dan dzurriyah keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW, tetap berlaku keadilan itu dengan menghukumnya," tutur jaksa.(*)

Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved