Mengenal FDR dan CVR, Dua Bagian Black Box yang Ditemukan di Pesawat Sriwijaya Air SJ182
Dua bagian terpenting dari black box sebuah pesawat adalah Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR).
Selanjutnya, data-data itu akan ditransfer ke sitem FDR.
Dikutip dari laman Tribun Jogja, Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat mengharuskan maskapai penerbangan komersial untuk mencatat minimal 11 hingga 29 parameter, tergantung pada ukuran pesawat.
Perekam pita-magnetik memiliki potensi untuk merekam hingga 100 parameter.
Solid-state FDR dapat merekam ratusan atau bahkan ribuan lagi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Cuaca Buruk, Pesawat Lion Air JT 780 Tujuan Palu Putar Balik ke Makassar
Baca juga: Daftar Penerbangan yang Terdapak Insiden Tergelincirnya Pesawat Trigana Air di Bandara Halim
Melalui data-data itu, tim investigasi akan lebih mudah menganalisa penyebab kecelakaan tersebut.
Dari analisis data di FDR juga bisa meyakinkan tim analisis untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali.
Cockpit Voice Recorder (CVR)
Alat inilah yang akan merekam suara yang terjadi di kokpit, sekaligus merekam komunikasi pilot dengan menara pengatur lalu lintas.
Beberapa microfon memang disediakan di dalam kokpit.
Dari microfon ini, makan segala bentuk percakapan dan suara lain yang terjadi di dalam kabin akan terekam, seperti suara benturan ataupun benda jatuh.
Berdasarkan lansiran TribunPalu.com dari beberapa sumber, microfon yang diletakkan di dalam kokpit terdapat sekitar empat microfon yang masing-masing terhubung dengan CVR.
Baca juga: Tim Turki Bisa Tampil All England meski Satu Pesawat dengan Indonesia, PBSI: Mengusik Rasa Keadilan
Baca juga: Atlet Turki yang Sepesawat dengan Tim Indonesia Masih Terjadwal Main di All England, Ini Sikap PBSI
Mikrofon-mikrofon ini mengirim audio ke CVR, yang mendigitalkan dan menyimpan sinyal.
Di kokpit, ada juga alat yang disebut unit kontrol yang terkait, yang menyediakan pra-amplifikasi untuk audio yang masuk ke CVR.
Keempat mikrofon ditempatkan di headset pilot, headset co-pilot, headset anggota kru ketiga (jika ada anggota kru ketiga) dan dekat pusat kokpit, untuk mengambil peringatan audio dan suara lainnya.
CDR magnetic-tape akan menyimpan 30 menit percapakan atau suara terakhir di dalal kokpit.
Loop rekaman ini digunakan secara terus menerus yang menyelesaikan siklus setiap 30 menit.
Saat ada suara baru yang direkam, maka suara yang lama akan terganti.
CVR ini menggunakan penyimpanan solid-state, yang dapat merekam dua jam suara.
Serupa dengan perekam pita-magnetik, perekam solid-state juga merekam materi lama.
(TribunPalu.com/Hakim)