Selasa, 12 Mei 2026

Ramai Paham Radikal Berujung Aksi Teror, PBNU: Ada Kesalahan saat Memahami Agama

Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan, aksi terorisme muncul karena adanya kesalahan dalam memahami agama.

Tayang:
Dok Pribadi
Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU KH Robikin Emhas. 

TRIBUNPALU.COM, JAKARTA - Akhir-akhir ini ramai pemberitaan aksi teror di sejumlah daerah di Indonesia.

Selain pengeboman di Gereja Katredal Makassar, aksi teror kembali terulang di Mabes Polri Jakarta Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan, aksi terorisme muncul karena adanya kesalahan dalam memahami ilmu agama.

Ia mengatakan hal tersebut kepada Kompas.com, saat diminta menjawab isu terorisme, terkait perlu dan tidaknya penggunaan istilah dalam bahasa Arab yang identik dengan islam.

"Harus ditegaskan bahwa hal itu (terorisme) disebabkan karena adanya pemahaman yang keliru," kata Robikin kepada Kompas.com, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: Eks Teroris Sofyan Tsauri soal Serangan Mabes Polri: Sangat Nekat, Dia Yakin akan Mati

Baca juga: Fakta-fakta Terduga Teroris Serang Mabes Polri: Awalnya Pura-pura Tanya Kantor Pos, Berideologi ISIS

Usai Mabes Polri Diserang Teroris, DPR RI Perketat Keamanan

Sosok terduga teroris (baju hitam) tewas seusai terlibat baku tembak melawan polisi di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021) petang.
Sosok terduga teroris (baju hitam) tewas seusai terlibat baku tembak melawan polisi di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021) petang. (YouTube Kompastv)

Robikin menegaskan ulang, tidak ada agama yang membenarkan aksi teror dan tindak kekerasan.

Jika terdapat aksi teror yang mengatasnamakan agama, bisa disimpulkan jika hal tersebut terjadi karena kesalahan dalam memahami ilmu agama.

"Kekerasan, apalagi berupa teror, jelas bukan ajaran agama. Agama apa pun tidak ada yang mengajarkan teror," sambungnya.

Tak hanya memberikan pendapatnya, Robikin juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak takut dengan terorisme.

Ia membenarkan jika rasa takut masyarakat merupakan tujuan dari para teroris.

Baca juga: Eks Teroris Sofyan Tsauri Soal Serangan Mabes Polri: Afiliasi ke ISIS,Nekat Sekali, Sudah Yakin Mati

Baca juga: Muncul Teroris Milenial, Pengamat Sebut Media Sosial jadi Sarana Perekrutan & Penyebaran Radikalisme

BIN Sebut Teroris Sudah Berencana sejak Januari, Termasuk di Mabes Polri & Makassar: Menunggu Timing

"Namun demikian kita tidak boleh takut terhadap segala bentuk teror. Karena rasa takut itulah yang diharapkan para pelaku teror," tutur dia.

Baginya, terorisme merupakan bahaya laten yang merupakan ancaman nyata bagi masyarakat Indonesia.

"Peristiwa yang terjadi belakangan mengindikasikan bahwa terorisme merupakan bahaya laten, ancaman nyata, yang ada di Indonesia," beber Robikin.

Sebelumnya, diberitakan teroris berinisial ZA memaksa masuk ke Mabes Polri, meski sudah dilarang oleh petugas.

Namun pelaku mengancam petugas jika tak diberi izin, kemudian berhasil memasuki Mabes Polri.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved