Ramai Paham Radikal Berujung Aksi Teror, PBNU: Ada Kesalahan saat Memahami Agama
Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan, aksi terorisme muncul karena adanya kesalahan dalam memahami agama.
Terjadi baku tembak antara polisi dengan pelaku tersebut.
• Sebelum Nekat Terobos Mabes Polri, Teroris Milenial Sempat Posting Foto di IG, Ada Bendera ISIS
• Terduga Teroris Ditembak di Mabes Polri, Munarman: Terlalu Murah Harga Nyawa Manusia di Indonesia
Akhirnya, pelaku yang berjenis kelamin perempuan itu ditembak mati oleh polisi, setelah baku tembak berlangsung sekitar 30 menit dari pukul 16.00 - 16.30 WIB.
"Yang bersangkutan menembak sebanyak enam kali. Dua kali ke anggota di dalam pos, dua yang ada di luar, kemudian menembak lagi ke anggota yang ada di belakangnya," kata Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers, Rabu malam.
"Kemudian dilakukan tindakan tegas dan terukur kepada yang bersangkutan," tuturnya.
Usai dinyatakan aman oleh tim Gegana, jenazah pelaku dibawa oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
(TribunPalu.com/Hakim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/robikin.jpg)