Breaking News:

AHY Didesak Minta Maaf pada Jokowi, Jubir Demokrat: Kami Tidak Pernah Tuding Presiden Terlibat

Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta maaf kepada Presiden Jokowi terkait tudingan keterlibatan presiden dalam kudeta Partai Demokrat.

(KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
Agus Harimurti Yudhoyono 

TRIBUNPALU.COM - Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini berkaitan dengan isu tudingan bahwa Presiden Jokowi terlibat dalam kudeta Partai Demokrat yang dilakukan oleh Moeldoko.

Namun kini ternyata faktanya pemerintah justru menolak hasil KLB Partai Demokrat kubu Moeldoko.

Direktur Eksekutif Academic Training Legal System (ATLAS), Miartiko Gea, mengatakan objektivitas pemerintah Joko Widodo dalam kisruh internal Partai Demokrat jelas tergambar dari penolakan pemerintah untuk mensahkan Kongres Luar Biasa (KLB) kubu Moeldoko.

Baca juga: Politikus Demokrat Sebut SBY dan AHY Bisa Maafkan Moeldoko: Asal Sungguh-sungguh Sesali Perbuatannya

Baca juga: Ngabalin Minta Jangan Desak Jokowi Pecat Moeldoko, Rocky: Masuk Akal, Dia Bisa Kehilangan Amplop

“Jejak digitalnya masih jelas, gampang dilacak. AHY, baik sendiri-sendiri atau melalui BW pernah menuding pemerintah, menyatakan ikut campur tangan, memecah belah partai politik, dan sebagainya dan sebagainya. Buktinya, ngapain harus campur tangan dan memecah belah kalau ujung-ujungnya menolak mengesahkan? Itu artinya jelas, pemerintah tidak pernah mencampuri urusan internal partai,” kata Miartiko dalam keterangannya, Kamis (1/4/2021).

Menurut Miartiko sudah sepantasnya bila keduanya meminta maaf kepada pemerintah. Apalagi, baginya, di zaman sekarang hal itu gampang sekali dilakukan, antara lain, dengan cara sederhana seperti melansir pernyataan pers melalui konferensi pers virtual.

Desakan juga datang dari Ketua Relawan Jokowi Mania Immanuel Ebenezer. Lewat keterangan resmi, Rabu (31/3/2021), ia menilai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah semestinya meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo.
Tepatnya setelah pemerintah tidak mengesahkan Partai Demokrat versi Moeldoko.

"Setelah menyebut presiden terlibat, seharusnya mereka meminta maaf secara terbuka kepada Presiden Jokowi," ujarnya.

Sebagai anak muda yang memimpin partai, AHY, kata Noel, harus bersikap gentleman.

AHY harus berani tampil di depan publik meminta maaf atas pernyataan anak buahnya yang menuding pemerintah terlibat dalam konflik partai berlambang mercy itu.

Halaman
123
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved