Breaking News:

Gejolak di Partai Demokrat

Demokrat Mau Terima Kubu Moledoko Meski Telah Lakukan Kudeta, Pengamat: AHY akan Main Panjang

Partai Demokrat pimpinan AHY bersedia merangkul kubu Moeldoko pasca ditolaknya permohonan pengesahan KLB Deli Serdang oleh Kemenkumham.

(KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
Agus Harimurti Yudhoyono - 

TRIBUNPALU.COM - Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersedia merangkul kubu Moeldoko pasca ditolaknya permohonan pengesahan Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang oleh Kemenkumham.

Meski telah melakukan upaya kudeta melalui KLB, kubu Moeldoko siap disambut jika ingin gabung ke Partai Demokrat.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai langkah tersebut diambil Partai Demokrat untuk menaikan elektabilitas AHY.

Menurut Ujang, ditolaknya permohonan pengesahan KLB Deli Serdang menjadi momentum bagi AHY untuk tampil sebagai tokoh bijak dalam kisruh di partai berlambang mercy tersebut.

Baca juga: Mengapa ZA Bisa Lolos Bawa Senjata Masuk Mabes Polri? Ternyata Petugas Sempat Mengantar

Baca juga: Curhat Mantan Ketua RT di Palu: Warga Jalan Raja Moili dan Jalan Undata Susah Diajak Kerja Bakti

Baca juga: Viral Kisah Ibu Dilarang Bertemu Anaknya, Ternyata Putrinya Tewas dengan Jenazah Mencurigakan

"Tentu itu ada momentum lanjutan, pertama ada momentum kemenangan AHY katakanlah dengan ditolaknya KLB kubu Moeldoko. Kedua AHY tidak ingin kehilangan momentum berikutnya."

"Artinya dia harus menjadi tokoh yang bijak dalam konteks persoalan konflik di tubuh Partai Demokrat," kata Ujang kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).

Lebih lanjut menurut Ujang, publik akan bersimpati jika AHY bersedia menerima kubu Moeldoko yang telah berusaha mengkudetanya.

Baca juga: Survei Capres 2024 versi Polmatrix Indonesia: Prabowo-Puan Paling Diunggulkan, Kedua JK-Anies

Baca juga: Kios IRT di Bungin Banggai Jual Miras, Akhirnya Digerebek Polisi

Baca juga: COVID-19 Sulteng: Kota Palu, Parimo, Poso dan Banggai Masih Zona Merah Dengan Total 6.694 Kasus

Selain itu Ujang mengatakan dalam situasi saat ini, AHY akan bermain panjang dengan kondisi-kondisi apapun ke depannya.

"Personal yang bijak itu diungkapkan dengan cara merangkul pihak-pihak yang berseberangan, atau mantan kader yang mengkudetanya. Tentu ini semua dalam konteks politik tentu ini akan menaikkan elektabilitas AHY itu sendiri."

"Tentu AHY akan bermain panjang, tidak hanya dalam konteks menang, pemerintah dengan ditolaknya kubu KLB lalu ada terusan cerita lainnya. Masalah terusan cerita itu ya terkait AHY merangkul pihak-pihak itu tadi, pihak yang mengkudetanya sendiri," jelasnya.(*)

Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved