Hipertensi Ternyata Tak Bisa Sembuh, Tapi Bisa Dikendalikan dengan Modifikasi Gaya Hidup
Ketika seseorang didiagnosis dokter mengalami hipertensi alias darah tinggi, umumnya si penderita bertanya-tanya apakah mereka bisa sembuh.
TRIBUNPALU.COM - Ketika seseorang didiagnosis dokter mengalami hipertensi alias darah tinggi, umumnya si penderita bertanya-tanya apakah mereka bisa sembuh.
Kecemasan itu wajar dialami si penderita.
Sebab, tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah penyakit yang dikenal sebagai “silent killer”.
Penyakit ini bisa datang tanpa gejala, lantas diam-diam merusak pembuluh darah dan menyebabkan masalah kesehatan serius.
Kenali lebih dekat penyakit darah tinggi lewat ulasan berikut.
Apakah darah tinggi bisa sembuh?
Hipertensi atau darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada di atas kisaran normal 130/80 mmHg.
Seseorang dikatakan memiliki penyakit darah tinggi apabila hasil cek tensinya tiga kali berturut di atas ambang batas normal dalam rentang waktu tiga bulan.
Baca juga: Dapat Uang Saku Rp 1 Juta Per Bulan, Berikut Persyaratan, Waktu dan Cara Daftar Beasiswa Djarum Plus
Baca juga: Jadi Tempat Transaksi Miras Cap Tikus, 2 Rumah di Bunta Banggai Digerebek Polisi
Melansir Emedicine Health, penyakit darah tinggi tidak bisa sembuh, tapi perlu dikendalikan seumur hidup.
Dengan tekanan darah yang lebih terkontrol, risiko seseorang terkena serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, dan penyakit lainnya juga bisa ditekan.
Tidak seperti penyakit lain yang bisa sembuh dengan minum obat dalam waktu satu tempo, obat darah tinggi perlu diminum seumur hidup.
Selain minum obat darah tinggi, hipertensi bisa dikendalikan dengan perubahan gaya hidup sehat.
Menurut American Heart Association, mengelola tekanan darah tinggi membutuhkan komitmen seumur hidup agar hipertensi terkontrol.
Setiap penderita darah tinggi perlu menjalankan saran dokter dan mengikuti rekomendasinya.
Baca juga: Toleransi Umat Beragama di Sulteng, Ketua FKUB: Harga dan Hormati Mereka yang Beribadah Paskah
Baca juga: BMC Peduli Salurkan 15 Paket Sembako untuk Korban Banjir Bandang Sigi
Modifikasi gaya hidup untuk menurunkan darah tinggi
Ada beberapa modifikasi gaya hidup untuk membantu menurunkan darah tinggi, di antaranya:
- Rutin makan makanan bergizi lengkap dan seimbang. Minimalkan asupan yang mengandung lemak trans dan lemak jahat (LDL) seperti gorengan, jerohan, daging merah, mentega, makanan olahan, dll.
- Olahraga secara teratur dan aktif bergerak. Lakukan olahraga ringan setidaknya 30 menit setiap hari, dan upayakan beranjak dari tempat duduk atau rebahan per 30 menit sekali kecuali saat istirahat malam
- Kurangi asupan garam, natrium, dan sodium. Selain itu, minimalkan asupan tinggi garam seperti makanan berpengawet, makanan ringan, dan makanan cepat saji
- Jaga berat badan dan lingkar pinggang tetap ideal
- Berhenti merokok
- Batasi konsumsi alkohol
- Minum obat darah tinggi sesuai petunjuk dokter
- Kurangi stres dengan berlatih teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, tai chi, dll.
Dengan konsisten menjalankan gaya hidup untuk menurunkan darah tinggi, beragam komplikasi penyakit ini bisa dicegah.
Tak hanya itu, penderita juga bisa memetik bonus kualitas hidupnya jadi lebih meningkat dan badan jadi terasa lebih sehat.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Darah Tinggi Tak Bisa Sembuh, Tapi Bisa Dikendalikan dengan Modifikasi Gaya Hidup
https://www.tribunnews.com/kesehatan/2021/04/04/darah-tinggi-tak-bisa-sembuh-tapi-bisa-dikendalikan-dengan-modifikasi-gaya-hidup?page=all.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-tekanan-darah-tinggi-atau-hipertensi.jpg)