Rabu, 20 Mei 2026

Paskah 2021

Toleransi Umat Beragama di Sulteng, Ketua FKUB: Harga dan Hormati Mereka yang Beribadah Paskah

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah mengunjungi Jemaat Gereja Toraja Jem Sion Anutapura di Jl Purnawirawan Kota Palu.

Tayang:
Editor: Haqir Muhakir
handover
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah Prof Dr KH Zainal Abidin 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah mengunjungi jemaat Gereja Toraja Jem Sion Anutapura di Jl Purnawirawan Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Minggu (4/4/2021).

Ketua FKUB Sulawesi Tengah Prof Zainal Abidin mengajak umat beragama di Sulteng menjunjung tinggi, menghargai dan menghormati umat yang melaksanakan ibadah Paskah 2021.

"Saling menghormati, menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan menjadi dasar pembangunan harmonisasi antar sesama manusia, antar sesama pemeluk agama," ujar Prof Zainal Abidin.

Prof Zainal Abidin mengatakan, kunjungannya bermaksud memberikan penghormatan kepada sahabat umat Kristiani dalam melaksanakan Paskah 2021.

"Jemaat dan Pimpinan Gereja Toraja sangat memahami dan menghargai perbedaan keyakinan di antara umat manusia," ujarnya.

Baca juga: BMC Peduli Salurkan 15 Paket Sembako untuk Korban Banjir Bandang Sigi

Baca juga: Lihat Reaksi Anang Hermansyah saat Ashanty Merekamnya tengah Duduk Berduaan dengan Krisdayanti

Baca juga: Ibadah Paskah 2021, Begini Pendekatan Preventif TNI-Polri Jaga Keamanan Gereja di Poso

Ketua MUI Palu itu mengisahkan, bahwa dirinya pernah diundang untuk menjadi pembicara  disalah satu acara di Gereja Toraja pada bulan Ramadhan beberapa tahun lalu. 

"Saat itu, tidak ada satupun kawan-kawan Kristiani yang hadir dalam acara itu,  mencicipi snack yang disuguhkan di dalam gereja selama saya berbicara," ujarnya.

"Hal ini sebagai bentuk penghormatan jemaat Gereja Toraja kepada umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa," tambahnya.

Prof Zainal Abidin menerangkan, perbedaan keyakinan tidak mesti harus membuat kita memutus persaudaraan sesama umat manusia, karena kita semua akan menuju ke surganya Tuhan. 

"Semua agama benar menurut pemeluknya masing-masing, dan yang salah jika kita menilai agama orang lain dengan menggunakan kaca mata agama kita," terang Rektor Pertama IAIN Palu itu.

Baca juga: Rambutnya Dikeringkan Aurel di Pagi Hari setelah Menikah, Atta Halilintar: Istri Berkah, Suami Enak

Baca juga: Pembangunan Huntap Tondo II dan Talise Masih Belum Rampung, Wali Kota Palu Ungkap Kendalanya

"Oleh karena itu marilah senantiasa kita menghargai perbedaan keyakinan di antara semua pemeluk agama, dan selalu memelihara kerukunan umat beragama agar tercipta kerukunan sebangsa di negeri ini," tutupnya.

Di tempat sama Sekretaris FKUB Sulteng H Muhtadin Mustafa mengatakan, setiap manusia mempunyai hak hidup sama di hadapan Tuhan.

"Tidak dibenarkan dalam agama apapun melakukan tindakan kekerasan atas nama agama apalagi sampai menghilangkan nyawa sesama manusia," ujar Muhtadin.

Berkaitan dengan itu, Pendeta Dharma Salata berterima kasih atas kunjungan dari FKUB.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved