Jadwal dan Panduan Belajar dari Rumah Jumat 9 April 2021, Kelas 5 SD Belajar Topeng Dadak Merak

Panduan Belajar, jadwal, dan link live streaming , Belajar dari Rumah Jumat 9 April 2021, kelas 5 SD belajar Topeng Dadak Merak

Penulis: Imam Saputro | Editor: Isti Prasetya
Freepik/Tribunnews.com
ILUSTRASI Belajar dari Rumah 

Pada episode kali ini, Lisa ikut Ibu pergi ke toko pakaian. Lisa akan mengajak teman-teman untuk menulis nama pekerjaan yang dilakukan produsen pakaian dan belajar melengkapi kata. Kak Nia dan Ibu kemudian mengajari Kiki bagaimana cara menukar uang kertas dan uang koin. Minggu ini kita juga akan mengerjakan proyek membuat makanan tradisional. Ceritakan makanan apa yang kalian buat di rumah ya!

SD Kelas 2 Sederajat

Kiki berandai-andai, jika menjadi produsen makanan, ia ingin menjadi produsen makanan apa? Kalau menjadi produsen pakaian, ingin menjadi produsen pakaian apa? Ternyata Kiki sudah tahu pilihannya! Setelah itu Mama mengajak Kiki menyimak cerita berjudul “Makanan dan Pakaian Untuk Semua”, dan mencocokkan gambar dengan kalimat. Mereka juga belajar menentukan kombinasi uang kertas dan uang koin dengan uang yang akan ditukarkan. Proyek Akhir Minggu sampai pada mengisi bagian yang belum lengkap pada buku jurnal, dan menggambar gado-gado yang telah dibuat Kiki bersama Mama.

SD Kelas 3 Sederajat

Bunda dicari-cari karena Shinta ingin minta dijahitkan kancing seragamnya yang lepas, sedangkan Dodi kelaparan karena paginya tidak sarapan. Kak Jo pun membantu Shinta menjahit kancing bajunya, lalu mereka bersama-sama membuat nasi goreng. Di sini Kak Jo menyadarkan mereka akan pentingnya makanan dan pakaian, dan mengingatkan dua bacaan yang menjelaskan hal tersebut, yaitu “Baju Baru Yohana” dan “Markus Pergi ke Pasar”. Mereka lalu main jual-beli pakaian. Dodi sebagai penjual, sedangkan Kak Jo dan Shinta jadi pembeli. Dodi dan Shinta belajar memberikan uang kembalian jika ada pembeli yang memberi uang lebih.

SD Kelas 4 Sederajat

Kak Marcel mengajak Vivi dan Gilang mengerjakan Proyek Akhir Minggu, yaitu membuat poster atau kolase tentang kebudayaan daerah asal mereka. Kak Marcel membahas informasi apa saja yang dapat dituangkan ke dalam poster tersebut. Pada Intuisi Bilangan, mereka belajar cara mengukur perluasan ruangan berdasarkan kapasitas jumlah orang. Kemudian, Kak Marcel meminta Vivi membagi kelompok berdasarkan data siswa di kelas sesuai sukunya masing-masing dengan konsep Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK).

SD Kelas 5 Sederajat

Kak Evan menantang Sherin dan Nana untuk memahami sejauh mana mereka mengenali budaya mereka sendiri. Untuk itu, Sherin dan Nana harus menuliskan profil budaya daerah mereka dalam tabel, dari pakaian, tarian, hingga kulinernya. Kak Evan lalu mengenalkan budaya Ponorogo dalam buku berjudul “Topeng Dadak Merak”. Dalam Intuisi Bilangan, Kak Evan mengingatkan cara menaksir luas danau dengan menggunakan pendekatan luas persegi panjang. Kemudian, mereka juga menghitung luas Pulau Nusa Penida dengan menggunakan skala gambar.

SD Kelas 6 Sederajat

Santi mendengar Bapak sedang video call dengan temannya yang berasal dari Bali. Santi menanyakan daerah asal teman Bapak, karena aksennya berbeda. Santi pun bercerita bahwa temantemannya berasal dari beragam suku dan agama. Kemudian ia teringat, harus membuat poster profil budaya daerah. Santi pun menyiapkan informasi yang diperlukan, seperti rumah adat, tarian, makanan khas, hingga tempat bersejarah. Bapak mengaku terkesan dengan lomba Karapan Sapi yang merupakan tradisi masyarakat Madura. Beliau lalu mengajak Santi menghitung kecepatan lari sapi, dan lomba tahun berapa yang memiliki sapi tercepat.

(TribunPalu.com)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved